KOTA SERANG (bantenbersatu.co.id) — Pemerintah Kota Gyeongju, Korea Selatan mengunjungi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Albantani atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Serang di Kedalingan, Kota Serang pada Senin, 3 Agustus 2026. Kunjungan tersebut dalam rangka penyerahan secara simbolis bantuan hibah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mobile, dan kerja sama penyediaan air minum serta pengelolaan air limbah.
Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Albantani, Eli Mulyadi menuturkan kunjungan Delegasi Pemerintah Kota Gyeongju, Korea Selatan merupakan kunjungan balasan setelah jajaran Perumda Tirta Albantani berkunjung ke Korea Selatan terkait rencana kerja sama untuk pengembangan SPAM Ciruas dan Kragilan.
“Delegasi Pemerintah Kota Gyeongju, Korea Selatan juga memberikan bantuan hibah kepada Perumda Tirta Albantani terkait SPAM Mobile untuk menjangkau desa-desa yang belum mendapatkan akses air bersih di beberapa daerah, khususnya wilayah Pontirta (Pontang, Tirtayasa, Tanara),” ujarnya kepada wartawan.
Turut hadir pada Pertemuan Tindak Lanjut Nota Kesepahaman Perumda Tirta Albantani Kabupaten Serang dengan Pemerintah Kota Gyeongju, Republik Korea, Mr. Lee Sang Hoon dari KECC, Mr. Ryu Si Chul Perwakilan Kota Gyeongju Kepala Divisi Pengolahan Air Limbah Pemerintahan Korea Selatan beserta jajaran, Asisten Daerah (Asda) II Febriyanto, Dewan Pengawas Perumda Tirta Albantani Rudy Suhartanto, dan Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Raden Faisal.
Dijelaskan Eli Mulyadi, bantuan hibah SPAM Mobile merupakan unit bergerak yang memang didesain untuk menyediakan air bersih guna menjangkau desa-desa di tiga kecamatan meliputi Pontang, Tirtayasa dan Kecamatan Tanara yang termasuk wilayah pesisir yang belum mendapatkan akses air bersih. ”Ya lumayanlah, satu SPAM Mobile untuk 1 RT, 1 RW yang belum ada pipanisasi pipa PDAM harus ada solusinya, yaitu SPAM Mobile. Rencananya 10 unit, tapi saat ini desainnya masih disiapkan,” terangnya.
Eli Mulyadi juga menerangkan, SPAM Mobile dapat menyalurkan ke SR (Sambungan Rumah) atau 1.000 rumah tangga dengan mengambil air baku bersumber dari kali kecil, payau, dan rawa yang belum bersih. Air tersebut diambil dan disedot menggunakan selang masuk ke instalasi SPAM Mobile untuk diolah menjadi air bersih.
”Setelah bersih baru disalurkan kepada masyarakat. Jadi sama dengan SPAM Ciruas-Kragilan yang permanen, namun kalau untuk SPAM Mobile itu bergerak. Saat ini sudah mendapatkan 10 titik sumber air baku di wilayah Pontirta atau daerah utara,” jelasnya.
Lebih lanjut Eli Mulyadi menjelaskan, bantuan hibah SPAM Mobile selaras dengan skema B2B (Business to Business) investasi SPAM di Kecamatan Ciruas dan Kragilan dengan Pemerintah Kota Gyeongju, Korea Selatan. “Jadi Ciruas-Kragilan ini selain dari APBN juga rencananya untuk badan usaha, kerja sama B2B antara Pemerintah Kabupaten Serang yang diwakili Perumda Tirta Albantani dengan Pemerintah Kota Gyeongju, Korea Selatan yang diwakili nanti oleh perusahaan daerahnya,” jelasnya.
Eli Mulyadi menyebutkan, Pertemuan Tindak Lanjut Nota Kesepahaman Perumda Tirta Albantani Kabupaten Serang dengan Pemerintah Kota Gyeongju, Republik Korea merupakan tindak lanjut dari kunjungan pihaknya ke Korea Selatan pada Desember 2022 sebelum adanya Perda Percepatan, dengan mengajukan proposal SDGs (Sustainable Development Goals) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
“Proposal SDGs diajukan karena ada beberapa desa di Kabupaten Serang yang belum terakses air minum dan air bersih karena investasi pipa kita yang tidak terjangkau atau terbatas pembiayaannya. Makanya kita butuh solusi untuk desa-desa yang belum tersentuh air bersih, salah satunya kerja sama ini,” paparnya.
Adapun untuk teknis penyalurannya, Eli mengaku masih tahap pembicaraan dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Serang apakah digratiskan, disubsidi, atau kerja sama dengan dana desa terkait operasional BBM (bahan bakar minyak) atau listriknya.
“Ini nanti kita bicarakan. Yang penting ada dulu unitnya. Karena contoh yang di Nambo Ilir, kita sudah kerja sama dengan kepala desa terkait air bersih yang pakai tangki toren. Jadi kita ngirim airnya, mobilnya, paket mobil tangki, BBM-nya dari mereka. Sudah kita kerja sama dengan kepala desa,” urainya.
Mr. Lee Sang Hoon dari KECC mengatakan nota kesepahaman yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian. ”Intinya di Kabupaten Serang banyak ada masalah, kayak kekeringan segala macam. Kami ingin membantu di bagian itu, dan karena di sini juga banyak teknisi-teknisi juga, kami ingin bekerja sama, agar lebih berkembang bersama,” ucap Mr. Lee Sang melalui penerjemahnya.
Sementara Perwakilan Pemerintah Kota Gyeongju melalui Kepala Divisi Pengolahan Air Limbah Pemerintahan Korea Selatan, Mr. Ryu Si Chul menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas sambutan hangat dan keramahan yang telah diberikan kepada delegasinya.
”Kami meyakini bahwa kunjungan ini bukan hanya sekedar kegiatan teknis, melainkan merupakan awal dari kemitraan untuk bersama-sama membangun sistem penyediaan air minum yang berkelanjutan di Kabupaten Serang,” ucapnya. (Red03)
