PANDEGLANG (bantenbersatu.co.id) – Karakteristik wilayah Kabupaten Pandeglang yang beragam menuntut pendekatan pembangunan infrastruktur yang adaptif.
Dinas PUPR Provinsi Banten sukses melaksanakan penataan kawasan lingkungan padat di Menes dan wilayah pesisir Panimbang.
Kedua titik ini memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, baik dari sektor perdagangan lokal, wisata kuliner, maupun perikanan laut.
Infrastruktur Tangguh Kawasan Pesisir Laut
Melalui Program unggulan “Bang Andra”, intervensi fisik difokuskan pada penguatan jalan akses penunjang ekonomi masyarakat pesisir. Kawasan pesisir Panimbang membutuhkan struktur jalan tangguh yang tahan terhadap paparan kelembaban tinggi dan korosi air asin laut. Kepala Dinas PUPR Banten, Arlan Marzan, menekankan pentingnya sinkronisasi pembangunan jalan dengan tata ruang mitigasi bencana dan kawasan niaga pesisir.

Akselerasi Rantai Pasok Hasil Laut
“Infrastruktur pesisir yang mantap akan mempermudah para nelayan mendistribusikan hasil tangkapan laut ke pasar luar kota,” kata Arlan. Kini, truk pendingin pengangkut ikan dapat merapat langsung ke dermaga rakyat melalui jalan beton baru yang kokoh. Efisiensi ongkos angkut ini secara otomatis menaikkan margin keuntungan riil yang diterima oleh para nelayan tradisional setempat. Sementara di Menes, penataan jalur pemukiman padat berhasil mengurai kekumuhan dan melancarkan arus niaga UMKM serta sentra kuliner lokal. (Tim Jurnal)
