Laporan Terbuka Jurnal (Bagian 6)
LEBAK (bantenbersatu.co.id) – Memasuki tahun anggaran 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, secara masif mengarahkan fokus evaluasi kemanfaatan pembangunan pada sektor jaminan sosial pendidikan perdesaan.
Langkah konkret ini diwujudkan dengan merampungkan seluruh target pengecoran kaku (rigid pavement) pada jalur vital Cigaharu – Cimenga serta penuntasan jalan pemukiman sekolah di kawasan Lebaksiuh, Kabupaten Lebak.
Kedua poros jalan ini merupakan urat nadi transportasi harian yang sangat krusial bagi ratusan pelajar, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah kejuruan setempat.
Sebelum adanya intervensi fisik dari Dinas PUPR Banten, rute pendidikan ini dipenuhi oleh kubangan air, batuan kali tajam, serta lumpur pekat yang menyulitkan langkah kaki anak-anak sekolah.
Kondisi infrastruktur yang buruk tersebut telah bertahun-tahun menjadi keluhan menahun para guru dan orang tua murid yang bermukim di wilayah pelosok Lebak pinggiran.
Prioritas Keamanan Transportasi Pelajar
Saat intensitas curah hujan tinggi melanda wilayah perdesaan tersebut, anak-anak sekolah terpaksa harus melepas sepatu dan menentengnya agar seragam mereka tidak kotor terkena cipratan lumpur.
Tidak jarang pula ditemukan kasus para pelajar yang tergelincir dari motor orang tuanya akibat kondisi medan jalan yang sangat licin dan tidak layak dilalui.
Melihat urgensi keselamatan generasi muda tersebut, Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan, S.T., M.T., mengambil tindakan taktis dengan memasukkan jalur ini ke dalam skala prioritas Program “Bang Andra”.
Seluruh pengerjaan fisik di lapangan dipantau secara ketat agar menghasilkan permukaan jalan beton yang rata, tidak licin, dan memiliki daya tahan tinggi terhadap gerusan air permukaan.
“Masa depan pendidikan anak-anak di pelosok Banten tidak boleh terhambat hanya karena akses jalan menuju sekolah rusak parah dan membahayakan keselamatan mereka,” tegas Arlan Marzan saat dikonfirmasi.

Kini, anak-anak sekolah dapat berangkat menuntut ilmu menuju SMKN 1 Curugbitung dengan pakaian, sepatu, dan tas yang tetap bersih serta rapi tanpa takut terhambat genangan air.
Keberlanjutan Investasi SDM Perdesaan
Dampak nyata dari rampungnya pengecoran jalan ini juga dirasakan langsung pada efisiensi waktu tempuh perjalanan harian para pelajar dan tenaga pendidik.
Waktu tempuh anak-anak untuk mencapai gerbang sekolah kini terpangkas hingga lebih dari 65 persen, sehingga tingkat keterlambatan siswa di kelas dapat ditekan hingga titik terendah.
Para orang tua murid di kawasan Lebaksiuh menyatakan rasa syukurnya yang mendalam karena kini mereka dapat melepas anak-anak pergi ke sekolah secara mandiri tanpa diselimuti rasa cemas.
Kemudahan akses transportasi ini juga memicu peningkatan produktivitas dan motivasi para guru honorer yang setiap hari harus menempuh perjalanan jauh dari pusat kota kecamatan.
Pihak PT Tinta Merah Mediatama melalui portal berita bantenbersatu.co.id menyajikan seluruh visualisasi perubahan berkeadilan ini sebagai wujud akuntabilitas publik yang transparan.
Pemerintah Provinsi Banten meyakini bahwa jalan desa yang mantap menuju fasilitas pendidikan adalah investasi jangka panjang yang mutlak untuk melahirkan SDM Banten yang cerdas dan unggul. (Tim Jurnal)
