BANTEN (bantenbersatu.co.id) – Tim ekspedisi budaya dan sejarah Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) melakukan peninjauan pembangunan jalan poros desa program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, Jumat 06 Februari 2026. Kunjungan tersebut dalam rangkaian acara Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Di Kabupaten Lebak, jalan Bang Andra berada di Desa Karya Jaya yang juga menghubungkan tiga desa lainnya, yaitu Desa Gerewel, Lebak Buah dan Kandeglang.
Kepala Desa (Kades) Karya Jaya Ahmad Jaeni, mewakili warga dan kepala desa lain mengaku sangat berterimakasih kepada Gubernur Baten Adra Soni yang telah membangun jalan di wilayahnya melalui program Jalan Bang Andra.
Disebutkanya, selama puluhan tahun jalan yang menghubungkan 4 desa tersebut, hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki dan sepeda motor. “Itupun dalam keadaan rusak parah tanpa lapisan aspal. Sehingga kendaraan cepat rusak jika melewati jalan itu,” tuturnya.
Jalan desa yang dibangun degan betonisasi melalu program Bang Adra tersebut, panjangnya sekitar tiga kilometer dengan lebar 4 meter. Sementara jumlah penduduk di 4 desa yang sudah terhubung melalui akses jalan poros desa itu berjumlah 5.500an jiwa, atau sekitar 2.400 Kepala Keluarga (KK).
Menurutnya dengan dibangunya akses jalan tersebut, aktivitas warga semakin mudah. “Dengan adanya pembangunan jalan ini, aktifitas warga yang mayoritas petani semakin mudah,” katanya.
Namun lanjut Jaeni, di sepanjang jalan desa itu masih ada 12 kilometer yang belum diperbaiki. “Kami berharap nanti akan ada perbaikan kembali. Terutama bisa diperbaiki 3 kilometer lagi untuk jalan utamanya yang termasuk periotas, sebab di jalan itu ada sekolah dan pukesmas,” harap Jaeni..
Jaeni menjelaskan, selain jalan, di Kabupaten Lebak juga terdapat jembatan gantung penghubung antara Desa Karya Jaya Kecamatan Cimarga dan Desa Cigoong Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak, yang membentang di Kali Ciujung dengan panjang sekitar 80 meter dan lebar dua meter yang hanya dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
” Kami juga berharapo agar pemeritah provinsi maupun kabupaten dapat membangun jembatan penghubung yang permanen bagi dua desa itu Supaya dapat dilalui Mobil,” harapnya.

Begitu juga di Kelurahan Kadomas, Kecamatan Kadomas di Kabupaten Padeglang. Di wilayah ini tim berhasil menemui Kepala Kelurahan Kadomas, Emil Salim.
Emil juga mengaku sangat berterimakasih atas pebagunan betonisasi yag dilakukan di wilayahya melalui program Bang Andra.
Betonisasi sepanjang tiga kilometer dan lebar empat meter serta tebal 20 centi meter tersebut, menghubungkan Kelurahan Kadomas dan Babakan Karang.
“Tadinya seperti mimpi, kok ada pembangunan jalan di sini. Karena sudah lebih dari 25 tahun kondisi jalan rusak tersebut dirasakan warga seperti biasa saja dan tak pernah terbayang akan ada perbaikan,” kata Emil.
Selain berterimakasih atas pembangunan jalan, Emil juga meminta agar pemerintah daerah Kabupaten Pandeglang maupun pemerintah provinsi dapat megusulkan kepada Pemerintah Pusat agar mengaktifkan kembali jalur transportasi kereta api yang pernah ada sebelumnya.
“Sebelumnya jalur Kereta Api (KA) Pandeglang-Jakarta sudah pernah ada. Bekas itu masih tertinggal berupa stasiun dan rel KA yang masih melintang di wilayah Kadomas yang telah mengalami kerukan di sana-sini,” kata Emil.
Emil menjelaskan, operasional transportasi kereta api jalur Pandeglang khususnya lintas Rangkasbitung-Labuan diberhentikan secara resmi pada tahun 1984. Layanan kereta api di jalur ini tidak aktif sejak tahun 1982 setelah beroperasi selama 76 tahun sejak 18 Juni 1906.
“Pihak pengelola Kereta Api mengaku, penutupan dilakukan karena kalah bersaing dengan moda angkutan darat lainnya. Namun diperoleh kabar bahwa Pemerintah sedang merencanakan pengaktifan kembali jalur KA Rangkasbitung-Pandeglang-Labuan pada tahun 2029,” jelasnya. (Red02)
