TANGERANG (bantenbersatu.co.id) – Dalam rangka memperkuat ketahanan keluarga menghadapi dinamika perkembangan anak usia transisi, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang menyelenggarakan Orientasi Kader Bina Keluarga Remaja (BKR) tingkat Kota Tangerang.
Kegiatan yang berlangsung selama 11 hari ini diikuti oleh kurang lebih 200 kader BKR yang tersebar di 13 kecamatan se-Kota Tangerang. Melalui orientasi ini, para kader dipersiapkan menjadi garda terdepan yang mendampingi para orang tua dalam memahami dinamika perkembangan remaja.
Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sopian, menegaskan pentingnya kompetensi kader BKR dalam mengedukasi orang tua, mengingat usia remaja (10–24 tahun) adalah fase krusial terjadinya perubahan besar pada anak, baik secara biologis maupun psikologis.
“Fase remaja itu penuh tantangan bagi orang tua. Karena itu, kader BKR harus hadir mengedukasi mereka agar bisa memberikan pengasuhan yang tepat, empati dan tidak kaku,” jelas Tihar.
Melalui program unggulan BKKBN ini, para kader dibekali kemampuan untuk membimbing orang tua agar optimal dalam menjaga kesehatan fisik atau reproduksi remaja, menjaga mental anak di tengah derasnya arus informasi, serta membangun komunikasi emosional yang harmonis.
Ia juga menekankan, pentingnya pemahaman tata kelola dan pelaporan dalam orientasi ini, demi mewujudkan pengelolaan program BKR yang lebih terstruktur, akuntabel, serta tepat sasaran di tingkat kelurahan dan kecamatan.
“Kami berharap 200 kader ini, segera bergerak di wilayah masing-masing untuk menghadirkan kegiatan BKR yang lebih menarik, interaktif dan berkualitas bagi warga,” tutupnya.(Red03)
