Oleh: Wisnu Bangun
Apakah Anda masih sering mengajak keluarga berlibur ke tempat yang itu-itu saja? Atau jangan-jangan, Anda hanya mengajak orang tercinta pergi ke destinasi yang sudah terlalu sering dikunjungi hingga terasa membosankan?
Bila bosan terjebak di pusat perbelanjaan, kemacetan arah Puncak, atau sekadar pergi ke kolam renang, saatnya melirik alternatif lain.
Sekarang adalah momen paling pas untuk mencoba sensasi mengarungi samudra selama dua jam penuh di atas kapal feri rute Merak (Banten) menuju Bakauheni (Lampung).
Tidak perlu menyewa kapal pesiar mewah senilai belasan juta rupiah jika hanya ingin merasakan pengalaman berlayar di tengah lautan luas yang spektakuler.
Cukup memanfaatkan penyeberangan antarpulau legendaris ini, Anda sudah bisa menikmati paket liburan yang ramah di kantong namun menyajikan petualangan berkesan.
Menariknya lagi, perjalanan menuju gerbang pelabuhan ini sangat mudah diakses dari arah Jakarta menggunakan berbagai moda transportasi.
Bagi yang ingin menikmati perjalanan santai menggunakan mobil pribadi, Anda tinggal masuk ke Tol Jakarta-Tangerang lalu lurus menyambung ke Jalan Tol Tangerang-Merak.
Jalurnya terbilang lurus dan nyaman, cukup berkendara hingga ujung jalan tol lalu keluar di gerbang tol Merak yang berjarak sangat dekat dari area pelabuhan.
Sementara bagi pengendara sepeda motor, petualangan dimulai dari jalur arteri non-tol dengan waktu tempuh kurang lebih dua jam dalam kecepatan sedang.
Rute yang diambil dapat menyusuri Jalan Raya Daan Mogot ke arah Tangerang, lalu lanjut melewati jalur arteri Serang Raya hingga menembus Kota Cilegon dan tiba di Merak.
Bagi yang tidak membawa kendaraan pribadi, bus umum dapat menjadi pilihan praktis melalui Terminal Kampung Rambutan, Kalideres, atau Tanjung Priok dengan memilih jurusan Jakarta-Merak.
Bus tersebut akan mengantarkan Anda langsung sampai ke dalam Terminal Terpadu Merak yang posisinya sudah terintegrasi via jembatan penyeberangan langsung menuju dermaga.
Hal pertama yang perlu diluruskan adalah anggapan bahwa naik kapal feri di rute ini identik dengan urusan mudik atau pulang kampung saja.
Kali ini tujuannya murni sebagai wisatawan sejati yang sedang berburu pengalaman seru bersama keluarga atau pasangan.
Bagi yang belum pernah mencoba, pelayaran terapung di tengah samudra terbukti ampuh menyegarkan pikiran kembali dari rutinitas harian.
Selama perjalanan pada siang hari, Anda akan dimanjakan oleh hamparan pemandangan laut biru yang luas sejauh mata memandang serta embusan angin laut yang sejuk.
Jika sedang beruntung, kawanan lumba-lumba liar bahkan bisa terlihat muncul dan saling berkejaran di permukaan Selat Sunda.
Apabila Anda lebih memilih melakukan pelayaran pada malam hari, suasana akan berubah menjadi lebih syahdu dan romantis.
Dari atas anjungan kapal, Anda bisa menyaksikan kelap-kelip lampu armada lain di tengah lautan luas serta melihat para nelayan yang sibuk mencari ikan di balik pendar cahaya lampu petromak.
Momen pelayaran di atas kapal akan terasa semakin lengkap dengan menikmati secangkir kopi hangat, susu panas, atau aneka camilan yang tersedia di kantin.
Pada beberapa armada kapal feri tertentu, pihak pengelola juga menyediakan panggung musik langsung (live music) gratis untuk menghibur penumpang sepanjang perjalanan.
Namun sebagai catatan persiapan, harga makanan dan minuman di kantin kapal memang cenderung sedikit lebih mahal jika dibandingkan dengan warung di daratan.
Membicarakan masalah anggaran, liburan alternatif ini tidak akan menguras kantong Anda.
Bagi pengguna kendaraan pribadi, tarif tiket yang dibayarkan sudah mencakup seluruh penumpang di dalam mobil atau motor tersebut sehingga jatuhnya jauh lebih ekonomis.
Berdasarkan data aplikasi Ferizy, tiket untuk penumpang pejalan kaki dipatok Rp22.700 (Reguler) dan Rp84.800 (Ekspres).
Bagi pengguna sepeda kayuh (Golongan I), tarifnya adalah Rp26.500 (Reguler) dan Rp85.000 (Ekspres).
Pengendara sepeda motor di bawah 500cc (Golongan II) dikenakan tarif Rp62.100 (Reguler) dan Rp129.677 (Ekspres).
Untuk sepeda motor besar di atas 500cc (Golongan III), tarif yang berlaku sebesar Rp133.000 (Reguler) dan Rp187.853 (Ekspres).
Sedangkan bagi Anda yang membawa mobil pribadi sekelas minibus atau sedan (Golongan IVA), anggaran yang perlu disiapkan berkisar antara Rp481.800 hingga Rp495.000 untuk kelas reguler, serta Rp710.000 hingga Rp749.128 untuk kelas ekspres yang dilengkapi fasilitas ruang tunggu nyaman layaknya hotel berbintang.
Begitu kapal bersandar di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Anda tidak perlu terburu-buru untuk langsung melakukan perjalanan pulang.
Anda bisa turun terlebih dahulu untuk berjalan-jalan santai menikmati suasana pelabuhan yang kini telah dikembangkan menjadi kawasan wisata terintegrasi yang indah.
Setelah puas mendokumentasikan momen perjalanan dan menikmati udara Lampung, Anda bisa langsung memesan tiket kembali via ponsel untuk arah balik ke Merak.
Layanan penyeberangan antarpulau ini tersedia setiap satu jam sekali selama 24 jam penuh sehingga waktu kepulangan bisa diatur dengan sangat fleksibel.
Apabila Anda dan keluarga tertarik untuk memperpanjang waktu liburan dengan menginap di sekitar Bakauheni, tersedia banyak pilihan akomodasi yang memadai.
Tarif akomodasi di kawasan ini berkisar mulai dari Rp150.000-an per malam untuk kelas penginapan melati atau homestay, hingga Rp400.000 sampai Rp900.000 untuk hotel berbintang dengan fasilitas lengkap.
Pilihan menginap semalam tentu memberikan keleluasaan lebih untuk mengeksplorasi jajaran pantai eksotis di wilayah Lampung Selatan sebelum berlayar kembali ke Pulau Jawa.
Demi menunjang kenyamanan para wisatawan, seluruh armada kapal yang beroperasi di lintasan Selat Sunda ini berada dalam kondisi bersih, prima, dan terawat dengan baik.
Beberapa kapal populer yang siap melayani perjalanan Anda antara lain KMP Adinda Windu Karsa, KMP ALS Elvina, KMP ALS Elisa, KMP Amadea, KMP Amarisa, KMP Athaya, KMP Batu Mandi, KMP BSP I, KMP Caitlyn, hingga KMP Caitlyn 7.
Durasi penyeberangan reguler rata-rata memakan waktu sekitar 2 hingga 3 jam, sementara kelas ekspres hanya membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 2 jam saja.
Satu regulasi krusial yang wajib diperhatikan agar liburan berjalan lancar adalah kewajiban memesan tiket secara online melalui aplikasi atau situs resmi Ferizy paling lambat H-1 sebelum keberangkatan.
Pihak ASDP sudah tidak melayani penjualan tiket secara manual (offline) maupun tunai di loket pelabuhan demi menjaga kelancaran alur penumpang.
Dengan kesiapan 57 unit kapal yang disiagakan di jalur Merak-Bakauheni, perjalanan tamasya spontan Anda dipastikan akan berjalan aman tanpa kendala antrean panjang asalkan tiket elektronik sudah disiapkan dari rumah.
Mari agendakan liburan akhir pekan ini, ajak orang-orang tersayang, dan nikmati keseruan mengarungi lautan dengan cara yang cerdas, hemat, dan kaya cerita.
