Berita Banten terkini, Update berita Banten, Peristiwa terbaru di Banten

DP3AKKB Banten Ajak Remaja Teluk Naga Hindari Seks Pranikah

SERANG (localhost/bantenbersatu) – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten berupaya menurunkan kehamilan yang tak diinginkan. Salah satunya dengan memberikan edukasi bahaya seks pra nikah bagi remaja di Kampung/Desa Melayu Barat, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang.

Kepala DP3AKKB Provinsi Banten, Sitti Ma’ani Nina mengatakan, banyak potensi berbahaya yang diakibatkan dari seks di luar pernikahan yang dilakukan oleh remaja, salah satunya yaitu kehamilan yang tak diinginkan.

“Untuk itu, remaja perempuan harus beranai mengatakan tidak apabila teman atau pacar mengajak berhubungan seks pranikah. Begitupula bagi remaja laki-laki harus menghormati teman wanita atau pacar dengan tidak mengajak atau memaksa berhubungan seks pranikah,” kata Nina, Selasa (30/1/2024).

Bahaya lain selain kehamilan yang tak diinginkan, lanjut Nina, dapat tertular penyakit menular seperti HIV dan AIDS juga kanker serviks, risiko kehamilan dan persalinan, aborsi, dan menanggung dampak kejiwaan akibat rasa malu, takut, rasa berdosa, dikucilkan dan ketidakpastian masa depan.

“Untuk mencegah itu, perlu adanya peran serta orang tua, masyarakat, guru serta pemerintah untuk memberikan pemahaman terkait bahaya seks bebas. Bisa melalui penguatan iman dan takwa, memberikan pemahaman tugas utama remaja yaitu belajar, bermain dan beraktifitas (positif),” katanya.

Nina menjelaskan, dalam sosialisasi tersebut, pihaknya mengajak seluruh remaja di Banten, khususnya di Kabupaten Pandeglang, untuk rajin dalam menjaga kesehatan reproduksi.

“Seperti bagiamana merawat area intim bagibremaja perempuan, hingga bagaimana kehamilan ideal, seperti menikah di atas umur 20 tahun. Dan ini juga mengurangi risiko tertular penyakit hingga kekerasan seksual,” jelasnya.

Menurut Nina, remaja yang menjaga kesehatan reproduksi juga dapat mencegah potensi stunting pada bayi yang kelak akan dilahirkan pada usia ideal pernikahan dan kehamilan ideal.

“Kita juga memberikan cara-cara bagaimana menjaga kebersihan organ intim remaja perempuan, jika kurang darah maka harus minum obat penambah darah, asupan makanan yang bergizi dan lain-lain. Sehingga, ketika sudah memasuki umur ideal menikah dan hamil maka potensi stunting pada calon bayi akan berkurang,” ujarnya.

Senada, Wakil Ketua DPRD Banten yang juga Koordinator Komisi V, Barhum HS menilai, sosialisasi tersebut sangat penting dilakukan dalam mencegah kehamilan dini dan risiko stunting. Dirinya juga menyebut, DPRD memberikan dukungan terhadap program tersebut.

“Laju pertumbuhan penduduk mempunyai banyak pengaruh terhadap lingkungan. Untuk mengantisipasi itu, perlu adanya pengendalian jumlah penduduk agar kelestarian lingkungan dapat terjaga dan kualitas kehidupan manusia dapat menjadi lebih baik ke depannya,” kata Barhum.(ADV)

Related posts

Dokter Residen, Memperkosa Penunggu Pasien di RSHS Bandung

bantenbersatu

Pertama di Indonesia, DPAD Kota Tangerang Terima Sertifikasi SNI ISO/IEC 20000-1

bantenbersatu

RSU Kota Tangsel Hadirkan Layanan Patologi Anatomi untuk Mendiagnosis Berbagai Kelainan pada Tubuh.

bantenbersatu

DBMSDA Kabupaten Tangerang Fokus Bangun Infrastruktur dan Tanggap Atasi Kerusakan Jembatan

bantenbersatu

DPUPR Kota Tangerang Intensifkan Pengangkutan Lumpur dan Normalisasi Saluran Air di Permukiman

bantenbersatu

Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Tangerang Tinjau Pilot Project 6 SPM di Kabupaten Lebak

bantenbersatu

TMMD Rampung 100 Persen, Danrem 064/MY: Kemanunggalan TNI dan Rakyat Terasa Nyata di Desa

bantenbersatu

Berkat Kolaborasi dan Inovasi, Kota Tangerang Sabet Enam Penghargaan di HUT Ke-25 Provinsi Banten 2025

bantenbersatu

Tak Perlu Ke Kantor Disdukcapil, Warga Kota Tangerang Bisa Cetak Dokumen Kependudukan Mandiri

bantenbersatu