Berita Banten terkini, Update berita Banten, Peristiwa terbaru di Banten

Pegawai Bank Banten Jebol Brankas Hingga 6,1 Miliar Untuk Judi Online

BANTEN (localhost/bantenbersatu) –  Ridwan (Ex. Supervisor Operasional Bank Banten KCP Malingping) Kabupaten Lebak di tahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten. Pelaku diduga melakukan korupsi dengan cara menjebol brankas hingga Rp. 6,1 Miliar.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten, Didik Farhan mengatakan, Pelaku mengambil uang tunai dari lemari besi pada  pada saat karyawan sudah pulang, dengan memanfaatkan celah pintu lemari besi penyimpanan uang yang tidak dikunci oleh angka kombinasi.

“Dengan memanfaatkan celah pintu lemari besi yang tidak dikunci setiap harinya, Ridwan keluar dari ruang khasanah dengan membawa uang tersebut menuju meja SPV lalu uang dimasukkan ke dalam tas Tersangka,” kata Didik, dalam konfrensi pers Senin (5/2/2024)

Agar fisik uang kas jumlahnya sama dengan jumlah uang menurut sistem, lanjut Didik. Saat akan dilakukan penghitungan uang kas, tersangka melakukan penginputan fiktif pada Rekening Balancing System (RBS). Seolah-olah terjadi pengeluaran uang kas khasanah untuk keperluan tambah modal Teller 09 padahal faktanya tidak demikian, ungkapnya.

Menurut Didik, akibat perbuatan tersangka, Bank Banten mengalami kerugian sebesar Rp 6,1 Miliar dalam kurun waktu Februari 2022 sampai dengan September 2022.

“Uang hasil tindak pidana tersebut dipergunakan oleh pelaku untuk judi online dan digunakan untuk melakukan pembayaran hutang-hutang Tersangka,” jelasnya.

Didik menjelaskan, perbuatan tersangka tersebut terbongkar setelah adanya sistem pengeluaran di Bank Banten. “Temuan tersebut kemudian dilakukan audit dan pemeriksaan kamera CCTV. Dari hasil audit dan kamera pengintai terdapat pengeluaran yang tidak sesuai. Selain itu, terdapat video yang memperlihatkan tersangka mengambil uang dari dalam brankas,” jelasnya.

Dari temuan tersebut, pihak Bank Banten membuat laporan kepada Kejati Banten pada awal tahun 2024. Dari laporan tersebut, pihaknya telah melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan hingga menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka. “Yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka hari ini,” kata mantan Kajari Surabaya ini.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

“Tersangka sekarang dalam penahanan di Rutan Kelas IIB Serang, karena dikhawatirkan melarikan diri. Selain itu juga merusak barang bukti,” tutup Didik. (Red02)

Related posts

Sekda Banten Deden Apriandhi Instruksikan Penguatan Pencegahan Korupsi di Setiap OPD

bantenbersatu

Buka Bimtek Perkoperasian KDKMP, Sekda Tekankan Pentingnya Penguatan Tata Kelola dan Digitalisas

bantenbersatu

Bantu Orang Tua Hadapi Fase Remaja, DP3AP2KB Kota Tangerang Tingkatkan Kualitas Kader BKR

bantenbersatu

Triwulan I 2026, Ekonomi Banten Tumbuh 5,64 Persen, Serapan Tenaga Kerja Meningkat

bantenbersatu

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

bantenbersatu

Gubernur Banten Andra Soni Ajak Kreator Digital Perkuat Komunikasi Publik yang Positif

bantenbersatu

BPKP Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Provinsi Banten pada Semester I 2025

bantenbersatu

Kasatlantas dan Kapolsek Cikande Polres Serang Berganti

bantenbersatu

berasal dari wajib pajak perorangan, perusahaan, Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), serta Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara (PPATS). 10 Desember, Pemkot Tangerang Berlakukan Diskon BPHTB 10%

bantenbersatu