Berita Banten terkini, Update berita Banten, Peristiwa terbaru di Banten

Pemprov Banten dan KPK Gelar Rakor Pengelolaan Pajak Daerah

BANTEN (bantenbersatu.co.id) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar rapat koordinasi pengelolaan pajak daerah. Rakor dilakukan agar ada sepemahaman antara Pemprov Banten, KPK, termasuk dengan kabupaten dan kota, khususnya soal pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) serta opsen pajak.

Sekretaris Daerah Deden Apriandhi mengatakan, rapat dengan KPK dihadiri oleh Direktur Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah II KPK Brigjen Bahtiar Ujang Purnama. Setiap pemangku kepentingan diberikan wawasan dan pemahaman terkait dengan pendapatan yang berasal dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan pertambangan. Khususnya daerah yang memiliki pertambangan seperti Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kota Cilegon, dan Kabupaten Serang.

“Kita diberikan pemahaman bahwa jangan sampai dengan adanya pertambangan di daerah malah anggaran daerah lebih besar untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak oleh pertambangan, sedangkan pendapatan dari sektor pertambangannya itu sendiri tidak signifikan,” kata Deden di Aula Lantai 3 Inspektorat Provinsi Banten, Kamis (5/2/2026).

Sekda Deden memaparkan bahwa KPK memberikan saran soal tarif, peningkatan pengawasan, dan penegakan disiplin. Pertambangan, katanya, rentan ada penyalahgunaan bahkan yang berizin sekalipun.

“Contoh diizinkan mereka hanya diberi luasan lima hektare, misalkan, tetapi ternyata kegiatannya jadi enam hektare, jadi tujuh hektare atau diizinkannya mereka untuk batu andesit ternyata lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Brigjen Bahtiar Ujang Purnama mengatakan, Provinsi Banten memiliki banyak potensi pendapatan, khususnya di sektor mineral bukan logam. Makanya, perlu ada penguatan tata kelola pajak MBLB agar tidak ada kebocoran anggaran.

Tujuan rapat bersama ini juga agar para perusahaan menaati kewajibannya mulai dari pajak termasuk pengelolaan lingkungan. Apalagi, sektor tambang memiliki dampak yang jika dibiarkan akan membebani pemerintah daerah setempat, khususnya dampak pada lingkungan yang bisa menyebabkan potensi bencana.

“Kita minta di pertemuan ini untuk bersama-sama mengedukasi kemudian mencegah para pelaku-pelaku bisnis tambang ini untuk mematuhi aturan-aturan yang ada supaya tidak berdampak negatif. Kemudian kita meminta penyesuaian terhadap pendapatan, karena memang nyatanya MBLB ini bagian dari sisi pendapatan berupa pajak maupun distribusi yang lainnya,” terangnya.(Red03)

 

Related posts

Bupati Tangerang Panen Melon Hidroponik Terpadu di Curug Wetan

bantenbersatu

Raih WTP ke-10 Berturut-turut, Gubernur Andra Soni Tekankan Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

bantenbersatu

Jelang Nataru, Gampang Sembako On The Road Kota Tangerang Kembali Digelar, Berikut Jadwalnya!

bantenbersatu

Yayasan Brilliant Montessori Gelar Seminar “Gerak dan Cerdas”: Buktikan Olahraga Kunci Peningkatan Prestasi Akademik

bantenbersatu

TNI AL kerahkan tiga KRI tempur dan Komdigi lacak IMEI di Pulau Sebesi untuk cari 5 jurnalis serta 3 kru kapal yang hilang di perairan Selat Sunda.

bantenbersatu

FGD Bersama Komisi II DPR RI, Wamen Ossy: RUU Administrasi Pertanahan untuk Wujudkan Sistem Pertanahan yang Lebih Baik

bantenbersatu

Ini Pengakuan Dua Perempuan Mantan Pemain Sirkus Taman Safari : Kemaluannya Disetrum Hingga Dipaksa Memakan Kotoran Gajah

bantenbersatu

Tembus 5 Besar Popnas 2025, Gubernur Andra Soni Serahkan Penghargaan kepada Atlet Berprestasi

bantenbersatu

PWN Mengenalkan Lebih Dekat Tentang Pulo Panjang di Teluk Banten : Ternyata Ada Dua Pantai Eksotik di Sana

bantenbersatu