Oleh: Wartawan Senior, Wisnu Bangun
TANGERANG (Bantenbersatu.co.id) — Derap pembangunan kawasan kota mandiri Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) di wilayah pesisir utara Kabupaten Tangerang kini berfokus pada penguatan kemitraan sosial bersama komunitas lokal.
Pihak pengembang PIK 2 di bawah kendali penuh Agung Sedayu Group dan Salim Group menegaskan komitmen kuatnya untuk terus menjaga kelancaran investasi demi mendongkrak roda perekonomian daerah.
Duo raksasa korporasi properti nasional ini secara proaktif menyelaraskan agenda pembangunan infrastruktur modern agar berjalan beriringan dengan perlindungan hak masyarakat sekitar.
Bagi pihak pengembang, kepastian hukum dan kenyamanan dalam menjalankan iklim usaha di kawasan utara Tangerang ini mutlak menjadi fondasi yang utama.
Namun di sisi lain, kelancaran operasional bisnis tersebut dipastikan tidak akan mengesampingkan atau mengabaikan hak-hak sosial-ekonomi penduduk asli Banten.
Komunitas nelayan tradisional serta warga di wilayah Kecamatan Teluknaga dan Kosambi dipandang sebagai elemen penting dalam ekosistem pertumbuhan kota berkelanjutan ini.
Manajemen secara mandiri terus menyusun dan mengimplementasikan berbagai program strategis untuk memastikan masyarakat setempat menjadi bagian dari kemajuan wilayahnya.
Langkah nyata perlindungan ini diwujudkan melalui pemberian jaminan perlindungan kerja BPJS Ketenagakerjaan bagi ribuan nelayan serta pembenahan berbagai fasilitas umum desa.
Melalui program tanggung jawab sosial, pengembang juga membuka ruang komunikasi yang transparan guna mengantisipasi setiap potensi gesekan di lapangan sejak dini.

Greenbelt PIK 2 Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, menunjukkan pemanfaatan aliran air bersih Sungai Tahang sebagai sarana olahraga dayung perahu kayu bermotif naga tradisional yang aman serta terintegrasi dengan alam.
Kawasan sabuk hijau tepi sungai ini memang sengaja dipersiapkan untuk menjadi ekosistem baru bagi perlindungan keanekaragaman hayati termasuk kawanan burung rawa pesisir.
Komitmen pemenuhan hak ini akan terus dikembangkan secara bertahap seiring dengan beroperasinya berbagai pusat ekonomi baru seperti area komersial hijau Orange Groves PIK 2.
Pihak pengelola telah menyiapkan peta jalan jangka panjang untuk menyerap tenaga kerja lokal di sektor pariwisata, kuliner, dan pengelolaan fasilitas umum kota.
Pelatihan keterampilan khusus dan penyediaan wadah bagi para pelaku usaha mikro (UMKM) setempat juga menjadi agenda prioritas korporasi demi mendongkrak ekonomi kreatif warga.
Sinergi yang kokoh antara pengusaha, jajaran pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat diharapkan mampu menciptakan kawasan hunian modern yang adil dan inklusif di Banten.
Dengan pendekatan solutif ini, Agung Sedayu Group dan Salim Group optimis dapat terus memajukan investasi PIK 2 dengan nyaman sekaligus menyejahterakan masyarakat pesisir Tangerang.(***)
