Berita Banten terkini, Update berita Banten, Peristiwa terbaru di Banten

Cerita Anak Penjual Pentol Lulus Jadi Prajurit TNI

BANTEN (bantenbersatu.co.id) – Seorang anak penjual pentol kuah sukses menjadi anggota prajurit TNI Angkatan Darat (AD). Dia adalah Wisnu Surya Saputra yang kini sedang mengikuti pendidikan di Pangalengan Kodam III Siliwangi.

Sang ayah setiap sore hari berjualan pentol kuah di pinggir jalan persis di depan Alfamart Desa Warunggunung, Kecamatan Warunggunung, Lebak. Sementara itu, sang Ibu setiap pagi berjualan jamu keliling mengumpulkan uang untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Wisnu Surya Saputra anak ketiga dari dua bersaudara asal Desa Warunggunung, Kecamatan Warunggunung, Lebak, Banten. Keseharian dia, setiap pulang sekolah selalu membantu ayah nya berjualan pentol kuah di pinggir jalan.

Menurut Nardi (orang tua) dari Wisnu Surya Saputra menjadi anggota prajurit TNI AD tidak lah mudah. Sebab, kata Nardi, berdasarkan cerita-cerita yang beredar di tengah masyarakat kalau menjadi prajurit harus menyediakan uang dalam jumlah tertentu.

Tapi kata Nardi, dengan tekad dan niat yang kuat dari anaknya, Wisnu Surya Saputra bisa lulus tanpa biaya. Nardi mengaku terharu dan merasa bangga anaknya bisa lulus menjadi anggota prajurit TNI dengan murni.

“Anak saya modal nekat dan niat, saya bilang sama Wisnu kita tidak punya uang untuk biaya, paling hanya bisa mendoakan dan membantu uang untuk transport semampunya. Alhamdulilah anak saya mengerti kondisi ekonomi keluarga,” ucap Nardi dengan penuh haru.

Nardi, ayah dari Wisnu Surya Saputra yang berprofesi sebagai pedagang pentol kuah bercerita memang anaknya sejak kecil sudah menjadi atlit pencak silat. Bahkan, kata Nardi, Wisnu pernah menjadi Juara 1 nasional kelas E putra kejuaraan cabang olahraga DBON, Juara 2 propinsi
Juara 1 kabupaten.

Nardi bersyukur anaknya lulus masuk TNI-AD yang merupakan cita-cita kebanggaan keluarganya. Dalam himpitan ekonomi tersebut, kata Nardi, dia hampir dilanda putus asa. Dalam benak pikiran Nardi, dia sempat mengatakan apakah mungkin anaknya bisa lulus menjadi anggota TNI AD lantaran tidak memiliki uang untuk biaya.

Namun, mimpi anaknya menjadi anggota TNI kembali melecutnya. Tak mau menjadi beban pikiran sang ibu dan ayah. Kata Nardi, anaknya terus mengikuti proses seleksi dan sampai tingkat akhir di Bandung.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kodim 0603 Lebak, Korem 064 Maulana Yusuf Serang, Grup 1 Kopassus Serang, Kodam III Siliwangi yang telah mensupport para calon Prajurit asli negeri menempuh seleksi dari Tes Administrasi sampai Pantukhir,” sebutnya.

“Cerita jadi prajurit perlu biaya besar itu bohong, ternyata tidak pakai biaya. Saya saksi hidup biaya seleksi tidak dipungut biaya hanya untuk transportasi dan makan saja,” tambah Nardi dengan mata berkaca-kaca.(Red03)

Related posts

RSDP dan Dinkes Kabupaten Serang Salurkan Paket Sembako untuk Warga Korban Banjir di 9 Kecamatan

bantenbersatu

Jadi DPO Selama 7 Bulan, Oknum Kaur Keuangan Desa Petir Ditangkap Satreskrim Polres Serang

bantenbersatu

Pelayanan Pertanahan Tetap Dibuka Secara Terbatas Selama Libur Nyepi dan Idulfitri 1447 H Di Seluruh Kantah Provinsi Banten

bantenbersatu

Ikuti Apel Siaga Pengamanan Pasokan dan Harga Pangan, Pj Sekda Virgojanti: Optimalkan Jaga Stabilitas Pasokan

bantenbersatu

Pembangunan Jalan Halim Perdana Kusuma Kota Tangerang Catat Perkembangan Signifikan

bantenbersatu

Sukseskan Pemilu 2024, Disdukcapil Kabupaten Serang Buka Layanan Perekaman e-KTP Sabtu-Minggu

bantenbersatu

Sat-Set! Polsek Cikande dan Damkar Kab. Serang Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran Lapak Kertas di Parigi

bantenbersatu

Korsabhara Baharkam Polri Gelar Risk Assessment, di Krui Pro 2025 QS6000 & JuniorPro QS oleh Mabes Polri

bantenbersatu

Adukan Pelanggaran Pemilu 2024 Ke Tampung Pagi Gerakan Banten Nyata, Catat Cara Lapor Jika Ditemukan Kecurangan!

bantenbersatu