PANDEGLANG (bantenbersatu.co.id) – Kepadatan arus transportasi logistik di jalur utama Kabupaten Pandeglang kini mendapatkan solusi alternatif yang sangat solutif.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten sukses menuntaskan pembangunan jalur alternatif niaga pada Ruas Bama – Pagelaran serta kawasan Cimedang.
Tim teknis merancang koridor perdesaan ini secara khusus untuk memecah penumpukan kendaraan niaga.
Langkah ini sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru di kawasan penyangga.
Sebelum tersentuh oleh Program unggulan “Bang Andra” (Bangun Jalan Desa Sejahtera), koridor penghubung antar-kecamatan ini merupakan rute sekunder yang terbengkalai.
Banyak lubang besar tergenang air di jalur tersebut. Kondisi ini membuat kendaraan truk logistik enggan melintas dan lebih memilih menumpuk di jalan protokol utama kabupaten.
Memecah Konsentrasi Penumpukan Logistik
Penumpukan kendaraan logistik tersebut sering kali memicu kemacetan parah di jalur utama. Masalah ini biasanya memuncak saat jam niaga pasar tradisional dimulai.
Melihat potensi strategis dari rute penyangga ini, Dinas PUPR Banten mengambil tindakan taktis. Tim lapangan melakukan pengerasan total menggunakan semen cor rigid bertulang.
Dinas PUPR Banten sengaja memilih spesifikasi teknis ini. Tujuannya agar jalur alternatif Bama – Pagelaran andal menampung arus kendaraan bermuatan berat dalam volume yang tinggi setiap hari.

Arlan Marzan selaku Kepala Dinas PUPR Banten menyatakan bahwa pembukaan jalur alternatif niaga ini merupakan bagian dari proyeksi tata ruang jangka panjang daerah.
Tim pengawas menerapkan disiplin pengawasan melekat secara ketat di lapangan.
Langkah ini bertujuan menjamin ketahanan fisik bangunan agar investasi dari anggaran daerah memberikan manfaat optimal.
Stimulus Sentra Pertumbuhan Baru
Dinas PUPR Banten mengoptimalkan penguatan struktur jalan di koridor tersebut. Kebijakan ini bertujuan agar kawasan penyangga perdesaan dapat tumbuh menjadi kutub ekonomi baru yang mandiri.
“Jalur alternatif niaga yang mantap akan menjadi stimulan kuat untuk merangsang investasi lokal. Infrastruktur ini juga mempercepat arus lalu lintas antardistrik,” tutur Arlan Marzan.
Permukaan jalan alternatif niaga yang kini sudah mulus dibeton rigid sukses mengakhiri masa-masa penumpukan kendaraan logistik di jalur utama kabupaten.
Para pelaku usaha mikro perdesaan langsung merasakan dampak positif berantai dari selesainya jalur alternatif niaga Bama – Pagelaran ini.
Aktivitas niaga masyarakat di sepanjang koridor jalan baru tampak semakin hidup. Hal ini ditandai dengan munculnya toko kelontong, bengkel kendaraan, hingga warung makan.
Para pedagang di pasar tradisional Pagelaran mengaku pasokan barang dagangan mereka kini tiba tepat waktu. Mereka juga menikmati biaya angkut barang yang jauh lebih murah.
Pemangkasan waktu tempuh perjalanan darat antarkecamatan ini secara otomatis meningkatkan produktivitas harian warga. Efisiensi ini juga menekan konsumsi bahan bakar minyak kendaraan niaga.
PT Tinta Merah Mediatama menyajikan keterbukaan informasi mengenai realisasi anggaran fisik ini secara terbuka ke publik melalui bantenbersatu.co.id sebagai komitmen jurnalisme pembangunan.
Pemerintah Provinsi Banten sangat optimis bahwa terkoneksinya jalur alternatif Bama – Pagelaran dan Cimedang ini akan menciptakan pemerataan ekonomi yang inklusif.
Infrastruktur yang kokoh terbukti menjadi urat nadi penggerak utama. Fasilitas ini menuntun masyarakat perdesaan Pandeglang menuju kehidupan yang berdaya saing tinggi dan sejahtera. (Tim Jurnal)
