Laporan Terbuka Jurnal (Bagian 5)
SERANG – Akses konektivitas yang memadai di wilayah hulu pertanian menjadi kunci utama dalam memotong rantai logistik pangan dan menekan pengeluaran operasional para petani lokal. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR),
Pemerintah Provinsi Banten terus memacu penyelesaian target pembangunan infrastruktur desa dalam program unggulan Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).
Memasuki laporan berkala Bagian 5 ini, fokus keberhasilan pembangunan infrastruktur diarahkan pada wilayah Banten Selatan.
Program “Bang Andra” tercatat sukses merampungkan 100 persen target pengerjaan fisik Jalur Usaha Tani (JUT) yang berlokasi di kawasan Wanasalam dan Ciawi Hilir.
Komitmen pemangkasan biaya angkut logistik tani ini bukan sekadar rencana di atas kertas. Berawal dari hasil peninjauan lapangan langsung oleh Gubernur Banten,
Andra Soni, yang menyaksikan beratnya perjuangan mobilitas warga saat melintasi jalur poros desa yang masih berupa tanah dan lumpur, instruksi percepatan langsung diberikan kepada jajaran Dinas PUPR.
Kini, blusukan itu membuahkan hasil nyata dengan rampungnya pengecoran beton rigid standar tinggi di sepanjang jalur hulu pertanian tersebut.
Rampungnya pengecoran beton rigid di Wanasalam dan Ciawi Hilir ini membawa dampak instan yang sangat signifikan bagi perekonomian lokal.

Salah satu dampak paling krusial yang dirasakan langsung oleh masyarakat adalah pangkasnya biaya angkut pupuk dan logistik hasil tani.
Sebelum adanya intervensi jalan beton ini, para petani harus mengeluarkan ongkos angkut ganda karena moda transportasi roda empat tidak dapat menjangkau area persawahan akibat kondisi jalan yang rusak parah.
Dengan tersedianya Jalur Usaha Tani yang kokoh dan mulus, kendaraan pengangkut kini dapat langsung masuk ke area sentra produksi.
Efisiensi waktu dan biaya operasional ini secara otomatis meningkatkan margin pendapatan bersih para petani saat musim panen tiba.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten menegaskan bahwa standardisasi ketebalan agregat dan mutu beton pada program “Bang Andra” di jalur pertanian ini disamakan dengan standar jalan poros utama.
Langkah tersebut diambil agar infrastruktur yang telah dibangun memiliki daya tahan jangka panjang dalam menopang kendaraan bertonase logistik hasil bumi.
Melalui keberhasilan di Wanasalam dan Ciawi Hilir, Pemprov Banten membuktikan bahwa pemerataan pembangunan tidak lagi bertumpu di kawasan perkotaan, melainkan menyasar langsung jantung produktivitas ekonomi masyarakat pedesaan. (Tim Jurnal)
