Berita Banten terkini, Update berita Banten, Peristiwa terbaru di Banten

Modal Emas 74 Kg, Keluarga Eks Jampidsus Febrie Bisa Liburan Mewah Keliling ke 195 Negara dan Biaya Hidup Selama 406 Tahun!

Penggerebekan dikediaman Jampidsus Febrie Adriansyah (Foto Istimewa)

JAKARTA — Hasil penjualan emas seberat 74 kilogram mantan Jampidsus Febrie Adriansyah bila dijual ternyata mampu membiayai keluarganya untuk berlibur mewah ke seluruh negara di dunia tanpa terkecuali dengan fasilitas kelas satu.

Tidak hanya itu, jika tumpukan logam mulia berkadar 23 karat tersebut dicairkan dengan taksiran harga pasar Rp2 juta per gram, dana segar yang terkumpul mencapai angka fantastis sebesar Rp148.000.000.000 (148 Miliar Rupiah).

Alih-alih habis untuk pelesiran, modal raksasa ini bahkan sanggup menjamin seluruh kebutuhan hidup keluarganya hingga 406 tahun ke depan tanpa perlu bekerja satu hari pun.

Dengan modal uang segunung itu, jika dipakai khusus untuk foya-foya pelesiran, dana tersebut sanggup memberangkatkan keluarganya mengunjungi seluruh 195 negara berdaulat di bumi.

Tidak tanggung-tanggung, mereka bisa menghabiskan anggaran belanja super mewah sebesar Rp758 juta per negara yang dikunjungi.

Angka jatah per negara tersebut sudah lebih dari cukup untuk membeli tiket pesawat first-class, menyewa resor bintang lima paling eksklusif di Paris, Tokyo, hingga Maladewa, serta memborong barang-barang bermerek di setiap sudut benua.

Ketika masyarakat awam harus memeras keringat dan menabung bertahun-tahun hanya untuk sekadar mudik antarprovinsi, aset luar biasa ini menawarkan tiket gratis bagi mereka untuk mondar-mandir melintasi batas negara setiap bulan tanpa perlu memikirkan sisa saldo tabungan.

Ini adalah sebuah kegilaan dan ironi yang menyakitkan.

Di tengah masyarakat yang sedang berdarah-darah memeras keringat hanya demi memenuhi kebutuhan pokok dan membeli beras esok hari, tumpukan logam mulia murni seolah menjadi simbol ketimpangan yang mengiris hati.

Saat jutaan kepala keluarga terjaga tiap malam dihantam badai inflasi dan biaya hidup yang kian mencekik, aset fantastis hasil kompromi integritas ini justru sanggup membuat tujuh turunan sang mantan pejabat malas berjamaah lintas abad.

Kegilaan ini semakin menohok hati publik karena jika dana pelesiran lintas benua itu digabungkan dengan temuan uang tunai sitaan senilai Rp476 miliar dari brankas rahasia, total kekayaannya melesat menembus Rp624 micron/miliar.

Dengan modal sebesar itu, jangankan mengitari bumi satu kali, keluarganya bahkan bisa mondar-mandir plesiran ke luar negeri berulang-ulang selama puluhan tahun hingga bosan, sambil menjalani gaya hidup jetset di tengah realitas masyarakat bawah yang sedang berdarah-darah memenuhi kebutuhan pokok akibat himpitan ekonomi.

Kontras tajam ini memicu amarah publik, sebab kemewahan luar biasa tersebut diduga ditimbun oleh oknum aparat yang hidup dari uang pajak rakyat, namun justru menggunakan kuasanya untuk mengkhianati kepercayaan masyarakat.

Melihat simulasi angka di luar nalar tersebut, jagat media sosial langsung meledak oleh komentar pedas, sindiran lucu, hingga luapan amarah netizen yang merasa keadilan telah diinjak-injak.

Ada warganet yang berkomentar jenaka namun getir dengan menulis, “Kita kerja lembur bagai kuda sampai tipes cuma buat bayar pinjol, dia punya tabungan yang bisa bikin tujuh turunan malas berjamaah.”

Sementara itu, netizen lain menumpahkan kemarahannya atas ketimpangan sosial yang terjadi, “Rakyat kecil mau makan besok saja bingung, aparat yang digaji pakai pajak kita malah menimbun emas berkilo-kilo di dalam rumah, benar-benar tidak punya hati!”

Ada pula yang menyindir tajam, “406 tahun itu dari zaman kolonial VOC sampai zaman ruang angkasa kekayaannya tidak akan habis, sementara integritasnya habis dalam sekejap.”

Namun, dongeng hidup mewah ratusan tahun yang bikin publik naik darah ini seketika berubah menjadi mimpi buruk bagi sang pensiunan jenderal korps adhyaksa. Seluruh skenario pelesiran mewah lintas abad tersebut resmi kandas total setelah tim penyidik Kortas Tipikor Polri membongkar brankas rahasia di rumah Sentul.

Penggerebekan mendadak itu berujung pada penyitaan 74 kg emas beserta tumpukan uang pecahan dolar Amerika Serikat dan Singapura—yang kini telah dikonfirmasi keasliannya oleh PT Pegadaian dan Bank Indonesia serta dilimpahkan ke Kejaksaan Agung sebagai barang bukti kejahatan negara, meninggalkan publik yang hanya bisa gigit jari sambil menyimak coretan matematika tentang betapa mewahnya sebuah kompromi integritas. (Wisnu Bangun)

 

Related posts

Pimpin Apel Pagi, Wabup Intan Tegaskan Kedisiplinan ASN, Kawasan Tanpa Rokok, dan Harmonisasi Kerja

bantenbersatu

Gubernur Andra Soni dan Wagub Dimyati Natakusumah Raih Tangerang Raya Award 2026

bantenbersatu

Bupati Apresiasi Konsistensi Peran LPK dan SMK Gyokai Indonesia Kompeten Dalam Memperkuat Nilai-nilai Keagamaan dan Moral

bantenbersatu

Bersama Presiden Jokowi dan Menteri Kabinet Indonesia Maju, Menteri AHY Hadiri Upacara Peringatan HUT TNI Ke-79 di Monas

bantenbersatu

Dukcapil Dorong Transformasi Digital Melalui ‘IKD Goes to Campus’ di Universitas Prasetiya Mulya

bantenbersatu

BI Banten Apresiasi ETPD yang Terus Meningkat, Wali Kota: Layanan Publik Semakin Mudah

bantenbersatu

Kapolres Kebumen Raih Dua Penghargaan Nasional di Momen Isi Ulang Cinta

bantenbersatu

Bupati Tangerang Apresiasi Eksistensi 27 Tahun Koperasi Al-Husna

bantenbersatu

Wakil Panglima TNI Tinjau Karya Bakti TNI, KDMP dan Pembangunan Yonif TP 842/Badak Sakti di Cimanggu

bantenbersatu