Berita Banten terkini, Update berita Banten, Peristiwa terbaru di Banten

DPMD Provinsi Banten Dorong Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu untuk Pencegahan Stunting dan Penguatan Peran Sosial

Serang, bantenbersatu.co.id – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Banten terus memperkuat kapasitas kader posyandu melalui kegiatan peningkatan kelembagaan desa dan kelurahan. Kegiatan ini bertujuan agar kader posyandu dapat berperan lebih aktif tidak hanya dalam pencegahan stunting dan peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga dalam enam bidang pelayanan dasar sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM). Acara ini di gelar di kampung cigatel timur Rt. 06/03 Desa Kramat jati kecamatan Kragilan, Kamis (11/5/25).

Kepala Bidang Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan DPMD Provinsi Banten, Hj. Kustantina, ST, MT, M.Si, mewakili Plt. Kepala Dinas DPMD Provinsi Banten, Rd. Berly Rizki Natakusumah, SH, M.Si, menjelaskan bahwa posyandu memiliki fungsi strategis lintas sektor.
“Posyandu tidak hanya bergerak di bidang kesehatan. Sesuai amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, posyandu mencakup enam bidang SPM, yaitu kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum dan perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menegaskan, peran DPMD adalah sebagai fasilitator sekaligus koordinator agar program lintas OPD dapat berjalan terpadu. “Kalau masing-masing berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi, maka akan sulit tercapai. Di sinilah DPMD hadir untuk memastikan semua bidang berjalan selaras,” jelas Kustantina.

Selain bidang kesehatan, kader posyandu juga diarahkan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Melalui dana desa, tersedia alokasi untuk penguatan posyandu yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan usaha mikro berbasis masyarakat. “Dari posyandu ini lahir kegiatan ekonomi dari akar rumput yang mendorong kemandirian keluarga,” tambahnya.

Lebih jauh, program posyandu juga berkolaborasi dengan PKK dalam menjaga ketahanan pangan lokal. Salah satunya dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk pertanian keluarga, budidaya ikan dengan sistem bioflok, serta pengembangan tanaman produktif.

Tak hanya itu, kader posyandu juga dibekali peran sosial untuk mendeteksi dini berbagai persoalan masyarakat. Mulai dari kasus kekerasan terhadap anak, keluarga kurang mampu, hingga masalah sosial lainnya. “Kader posyandu sudah terlatih, sehingga ketika menemukan kasus di lapangan mereka dapat segera melaporkan melalui formulir yang terintegrasi dengan dinas terkait,” jelasnya.

Menurut Kustantina, keberhasilan posyandu tidak bisa dicapai sendiri, melainkan melalui kolaborasi. “Posyandu bersinergi dengan PKK, karang taruna, RT/RW, hingga tokoh masyarakat. Dengan cara ini, fungsi sosial posyandu benar-benar hadir di tengah masyarakat,” tutupnya. (Red)

Related posts

KORPRI Run Menuju Pornas Korpri 2025, Sekda Provinsi Banten Deden Apriandhi H: Tingkatkan Okupansi Hotel Kawasan Anyer

bantenbersatu

Hadiri Pelantikan Petugas KPPS se-Tangsel, Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan Ingatkan untuk Jaga Integritas

bantenbersatu

Pj Gubernur Banten Al Muktabar : Maksimalkan Penanaman Nilai Antikorupsi

bantenbersatu

Gubernur Banten Andra Soni: Bank Banten Harus Adil, Inklusif, dan Melayani Masyarakat

bantenbersatu

Jalan Maruga Ditinggikan, Pengguna Jalan Diimbau Berhati-hati Saat Melintas

bantenbersatu

Hadiri Puncak Mayday 2024, Bupati Serang Pastikan Keberadaan Investasi Kondusif

bantenbersatu

Pj Gubernur Banten Al Muktabar Sambut Baik Kerja Sama Perdagangan Dengan Empat Negara

bantenbersatu

Peran Oknum Mafia Tanah Jadi Masalah Dalam Kepemilikan Surat

bantenbersatu

Launching PPDB Tahun 2024, Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Kita Terus Meningkatkan Layanan Kepada Masyarakat

bantenbersatu