Berita Banten terkini, Update berita Banten, Peristiwa terbaru di Banten

Pengelola Tempat Wisata Pantai Sawarna, Terus Berinovasi untuk Pertahankan Juara Satu Desa Wisata Tingkat Nasional

BANTEN (localhost/bantenbersatu) – Kepala Desa (Kades) Sawarna Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak, Iwa Sungkawa terus berinovasi dengan pengurus tempat Wisata Pantai Sawarna untuk Pertahankan juara satu Desa Wisata Tingkat Nasional yang telah diraih pada September 2024 lalu.

Kades Sawarna Iwa Sungkawa didampingi Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sawarna, Jefri Andarka, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis)
Lili Suhaili, menceritakan kondisi wisata di Pantai Sawarna, dari sebelum Covid-19, saat Covid dan setelah Covid saat menerima kunjungan dari Collaborative Journalism Banten Indonesia (CJBI), dikantor Bumdes Sawarna, Sabtu 26 Oktober 2024.

“Dimasa Covid, kami semua tidak bisa berbuat banyak dalam pengelolaan wisata, baik dari sisi destinasi, Pelaku UMKM, sampai sektor pendukung lainnya,” kata Iwa.

Setelah Covid-19 berlalu, lanjut Iwa. Ia bersama pengurus dan warga Desa Sawarna terus melakukan inovasi aga tempat wisata itu kembali rame.

“Kami terus mencari cara, bagaimana tempat wisata ini kembali rame. Terus merubah dan membangun agar tempat ini terlihat lebih bagus,” jelasnya.

Usaha yang dilakukan nya pun berbuah manis. Dengan perubahan yang dilakukan, tempat wisata pantai Sawarna kembali ramai dikunjungi wisatawan, hingga menerima penghargaan tingkat Nasional.

“Penghargaan, kami terima atas kerja keras dari semua pihak. Begitu juga dengan Direktur BUMDes Wisata Pantai Sawarna memperoleh juara dua Ketua BUMDes Inovatif tingkat Nasional, yang pemberian sertifikatnya dilakukan di Bali,” ungkap Iwa.

Iwa menceritakan awal mula Pantai Sawarna dikenal. Menurutnya, Pantai Sawarna mulai booming sejak tahun 2008. “Waktu itu saya belum menjadi Kades. Bahkan tahun 2010 sempat sampai macet untuk ke pantai Sawarna,” jelas Iwa.

Di Desa Sawarna ada banyak pantai yang bisa di kunjungi. Namun yang sudah terkenal ada 7 tempat. Yaitu, pulau manuk, karang bokor, goa langsir, pantai ciantir, karang taraje, karang berurem, karang bodas.

“Untuk ke sini selain menggunakan kendaraan pribadi, juga bisa menggunakan kendaraan umum. Ada bus DAMRI dari terminal Pakupatan kota Serang sampai Sawarna,” tuturnya.

Direktur BUMDes Sawarna Jefri Andarka menambahkan, sebelumnya pantai Sawarna hanya dipandang sebelah mata. “Kami sudah semampu mungkin untuk memajukan tempat wisata ini. Karena jika tempat wisata ini maju, maka bukan hanya kami warga sini yang kena dampaknya, namun pemerintah juga,” katanya.

Jefri menjelaskan, di wisata pantai Sawarna ini tersedia home stay sekitar 150 tempat milik warga Dan ada sekitar 120 warung. “Kami nanti akan membuat panggung untuk pertunjukan, juga akan membuat tempat untuk swa foto agar lebih menarik,” jelas Jefri.

Sawarna merupakan icon ke 7 di Provinsi Banten. Jefri berharap ini jangan hanya menjadi icon. ” Kami sudah bekerja sama dengan akademisi. Dari mana pun akademisi itu kami terima dengan tangan terbuka,” ungkapnya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis)
Lili Suhaili juga mengatakan untuk wisatawan asing selama ini banyak yang ke Anyer. Sedangkan yang datang ke pantai Sawarna lebih banyak wisatawan asing laki-laki.

“Kami lebih utamakan adat lokal, bule wanita tidak boleh pake bikini jika ke Sawarna. Jadi wisatawan asing jarang ada yang datang, padahal gelombang laut di sini bisa mencapai 6 meter cocok untuk surfing (selancar air),” katanya.

Lili berharap pemerintah provinsi dapat bekerjasama dengan membuat atraksi-atraksi baru untuk menambah rasa bagi wisatawan agar lebih berkembang.

“Kami ingin menjadikan Sawarna menjadi desa yang dikenang. Kedepannya akan dibuat jalan untuk kendaraan roda 4 atau lebih. Diharap semua OPD dapat ikut serta memajukan Sawarna. Nantinya juga akan usahakan BUMDES untuk para pedagang,” ungkap Lili.

Untuk masuk ke pantai Sawarna, pengunjung dikenakan bayar tiket masuk sebesar Rp. 10 ribu per orang. “Dulu untuk menaikan harga tiket menjadi Rp. 10 ribu saja melalui rapat yang sangat ketat dengan struktur desa. Karena itu, kami berharap agar pemerintah memberikan dukungan untuk kemajuan Destinasi wisata di Kabupaten Lebak, khusus Pantai Sawarna,” harap Lili.

Lili menjelaskan, penghargaan Pemerintah Pusat terhadap prestasi Desa Wisata nyata mengharumkan nama Pemerintah Daerah Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah provinsi Banten. Walaupun terletak di Desa dengan keterbatasan akses untuk wisatawan berkunjung, akan tetapi kami mampu mengangkat Provinsi Banten melalui Pariwisata,” jelas Lili.

Salah satu pedagang di tempat wisata pantai Sawarna Titin mengatakan, semua pedagang di sini adalah warga Desa Sawarna. “Saya jualan di dalam sini sudah 3 tahun. Alhamdulillah rame. Sebelumnya saya jualan di luar yang sepi pembeli. Selama ini kami jualan dengan modal sendiri. Saya berharap pemerintah dapat membantu kami adakan BUMDES,” harap istri dari Ade Surya sebagai ketua paguyuban pedagang di pantai Sawarna itu. (Dina/Red02)

Related posts

Gubernur Andra Soni Sambut Kolaborasi Industri dan Pariwisata dari Dubes Prancis

bantenbersatu

Investasi Naik, Bupati Serang Ratu Zakiyah Raih Award 2026

bantenbersatu

Bupati Serang Ratu Zakiyah Sebut Negara Hadir saat Mensos Tekankan Pemutakhiran DTSEN

bantenbersatu

KLH Menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanganan Kerawanan Bahaya dan Dekontaminasi Radionuklida Cs-137

bantenbersatu

Patroli Sat Samapta Antisipasi Geng Motor dan Balap Liar di Kawasan Puspemkab Serang

bantenbersatu

Bupati Serang Ratu Zakiyah Ingatkan Kedepankan Kemanusiaan dalam Pelayanan Kesehatan

bantenbersatu

Inilah 10 Destinasi Prioritas Pariwisata di Indonesia yang Didaulat Sebagai Bali Baru.

bantenbersatu

Bupati Serang Ratu Zakiyah Minta Dekranasda Jadikan Produk Lokal Naik Kelas

bantenbersatu

Ini Rute Perjalanan Darat Menuju Lokasi HPN 2026 di Banten

bantenbersatu