Berita Banten terkini, Update berita Banten, Peristiwa terbaru di Banten

Mulai Hari Ini, Kantor Pertanahan di Provinsi Banten Menerbitkan Sertifikat Tanah Elektronik

BANTEN (localhost/bantenbersatu) – Mulai hari ini, 31 Mei 2024 Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Banten (Kanwil BPN Banten) akan meluncurkan sertifikat tanah elektronik pada 7 (tujuh) kantor pertanahan (Kantah) selain Kota Cilegon. Kantah Kota Cilegon telah lebih dahulu menerapkan sertifikat tanah elektronik bersamaan dengan Deklarasi Kota Lengkap pada 26 Maret 2024 lalu.

Sebelumnya untuk mempersiapkan penerapan sertifikat tanah elektronik di Provinsi Banten, Kepala Kanwil BPN Banten, Sudaryanto menggelar Rapat Pimpinan pada Senin (20/5/2024). Pada rapat tersebut Kepala Bidang Survei dan Pemetaan Kanwil BPN Banten, Suwandi Prasetyo mengutarakan Kantah akan membentuk Tim Khusus yang bertugas melakukan validasi data fisik dan data yuridis secara menyeluruh termasuk fisik dokumen warkah dengan data yang ada dalam Sistem Komputerisasi Kantor Pertanahan untuk menghasilkan data pra Surat Ukur Elektronik (Su-el), pra Buku Tanah Elektronik (BT-el) dan pra Sertipikat Tanah Elektronik (Ser-el) yang akan memperlancar proses alih media menjadi Sertifikat Tanah Elektronik.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Penetapan Hak dan Pendaftaran Kanwil BPN Banten, Yayat Ahadiat Awaludin mengatakan penerbitan sertifikat tanah elektronik merupakan amanat dari Presiden Joko Widodo yang meminta agar 4 juta sertifikat tanah elektronik diterbitkan tahun ini, oleh karenanya penerapannya bukan hanya pada 104 kantah pilot project saja, melainkan seluruh kantor pertanahan di Indonesia wajib menerapkan sertifikat tanah elektronik.

Untuk tahap awal, tahun 2023 kantah telah memulai penerbitan Sertifikat Tanah Elektronik tanah Barang Milik Negara (BMN) untuk dijadikan berbasis elektronik atau digital, kemudian tahun ini penerbitan sertifikat tanah elektronik merambah ke kegiatan lainnya yaitu pengakuan hak; pemberian hak; pendaftaran hak milik atas satuan rumah susun; pendaftaran tanah wakaf; penggantian sertifikat menjadi sertifikat tanah elektronik; pemecahan, penggabungan dan pemisahan; atau Penerbitan Sertifikat-el yang diakibatkan perubahan kondisi fisik termasuk penerbitan sertifikat melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) akan berupa Sertifikat Tanah Elektronik.

Kepala Kanwil BPN Banten, Sudaryanto mengatakan apabila sebelumnya masyarakat menerima dalam bentuk fisik sertifikat, saat ini menjadi 1 (satu) lembar Sertifikat Tanah Elektronik. Sudaryanto melanjutkan alih media sertifikat tanah menjadi sertifikat tanah elektronik dilakukan guna memperkuat keamanan arsip pertanahan oleh karena tidak mudah hilang, tidak mudah rusak, dapat di backup serta tentu saja mempersempit ruang gerak mafia tanah tandasnya. (Humas BPN Banten/Dina/Red02)

Related posts

Pemkot Tangsel Usulkan Penambahan Anggaran Penanganan Banjir di Perubahan APBD 2025

bantenbersatu

Pemprov Banten Pedomani Semua Amanat Pelaksanaan Pilkada Serentak 2024

bantenbersatu

Kota Tangerang Zero Kasus Mpox, Dinkes Imbau Masyarakat Tetap Waspada

bantenbersatu

Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Kita Harus Terus Intens Mengendalikan Inflasi

bantenbersatu

Gandeng Universitas Muhammadiyah, Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang Akan Gelar Perkuliahan Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan

bantenbersatu

Pemprov Banten Raih Apresiasi Kemenkes sebagai Provinsi Pertama Capai Target Temuan TBC

bantenbersatu

Pj Gubernur Banten Al Muktabar Siapkan Sarana Prasarana Dukung Geopark Nasional Ujung Kulon

bantenbersatu

Plh Gubernur Banten Al Muktabar Lepas Jamaah Haji Kabupaten Tangerang

bantenbersatu

Puluhan Petani Rumput Laut Dibekali Pengetahuan Pascapanen dan Sistem Resi Gudang

bantenbersatu