KABUPATEN TANGERANG (bantenbersatu.co.id) – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang melaporkan capaian gemilang dalam realisasi investasi sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dari Triwulan I hingga IV, total nilai investasi yang masuk ke wilayah ini mencapai Rp 37,62 Triliun.
Angka ini mengukuhkan posisi Kabupaten Tangerang sebagai destinasi investasi yang stabil dan kompetitif di Provinsi Banten, didukung oleh sistem perizinan elektronik yang semakin transparan dan terintegrasi.
Struktur investasi tahun 2025 menunjukkan kepercayaan tinggi dari pengusaha lokal, di mana Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi sebesar 68,2%. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang 31,8%, dengan aliran modal terbesar berasal dari negara-negara Asia seperti Jepang, RRT, Korea Selatan, Hongkong, dan Singapura.
Dari sisi sektor usaha, Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran menjadi motor utama dengan nilai investasi mencapai Rp 11,78 Triliun. Diikuti oleh sektor perdagangan dan reparasi sebesar Rp 4,86 Triliun, serta industri pengolahan lainnya.
Realisasi investasi ini tidak hanya sekadar angka di atas kertas, namun memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Tercatat sebanyak 66.545 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berhasil terserap di berbagai sektor usaha sepanjang tahun 2025.
Periode 2025 | Nilai Realisasi Investasi :
– Triwulan I | Rp 8,48 Triliun
– Triwulan II | Rp 8,12 Triliun
– Triwulan III | Rp 11,93 Triliun
– Triwulan IV | Rp 9,09 Triliun
Total | Rp 37,62 Triliun
Plt. Kepala DPMPTSP Kabupaten Tangerang, Aji Januardhi Nurogo memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian ini. Beliau menegaskan bahwa efisiensi birokrasi menjadi kunci utama penarikan modal.
“Capaian Rp 37,62 Triliun ini adalah bukti nyata bahwa transformasi digital dalam layanan perizinan kita memberikan kepastian hukum bagi investor. Fokus kami bukan hanya menarik modal, tapi memastikan investasi tersebut menciptakan multiplier effect, terutama dalam penyerapan tenaga kerja lokal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tangerang,” ujar Aji.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pelaku usaha dan menyempurnakan kebijakan penanaman modal agar iklim investasi tetap kondusif di tengah dinamika ekonomi global. (ADV)
