Laporan Terbuka Jurnal (Bagian 2)
LEBAK (bantenbersatu.co.id) – Kabupaten Lebak menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan porsi perhatian paling masif dalam pelaksanaan Program Bang Anra untuk tahun anggaran 2025.
Kondisi geografis Lebak yang luas menuntut adanya intervensi infrastruktur jalan desa yang cepat, tepat, dan memiliki dampak ekonomi instan.
Melalui pagu anggaran tahun 2025 senilai Rp68,08 miar, Pemprov Banten sukses mengurai sumbatan transportasi dengan menyelesaikan 28,63 Km jalan baru.
Salah satu capaian monumental dengan nilai kontrak terbesar diarahkan pada proyek Rehabilitasi Ruas Jalan Cikatomas – Tegal Lumbu di Kabupaten Lebak.
Proyek Bang Andra di Ruas Cikatomas – Tegal Lumbu ini, menelan anggaran sebesar Rp12.610.015.000,00 dengan panjang realisasi fisik mencapai 3,96 Kilometer.
Memutus Rantai Keterisolasian Banten Selatan
Jalur ini dikenal sebagai urat nadi penting yang menghubungkan pemukiman warga dengan pusat pertumbuhan ekonomi lokal dan pasar kecamatan.
Selain ruas tersebut, Dinas PUPR Banten juga berhasil merampungkan Rehabilitasi Ruas Jalan Gobang – Mayak Akses SMKN 1 Curugbitung (Desa Ciburuy – Desa Mayak).
Proyek ini diselesaikan sepanjang 2,22 Kilometer dengan nilai kontrak yang tidak kalah besar, yaitu Rp9.058.826.000,00.
Dampak sosial pasca-pembangunan jalan ini langsung disuarakan oleh Rachmat (47) salah seorang warga asli pemukim jalur Cikatomas.
“Kami sangat berterimakasih kepada Pemprov Banten yang telah membangun jalan ini,” kata Rachmat ditemui Tim jurnal di lokasi.

Menurut Rachmat, sebelumnya jalan tersebut sangat hancur dan sulit dilalui kendaraan untuk membawa barang dagangan terutama saat musim penghujan.
Dia menjelaskan perbandingan biaya transportasi riil dan efisiensi waktu tempuh yang dialami masyarakat secara langsung di lapangan.
Disebutkannya, sebelum jalan ini dibeton melalui program Bang Andra, ongkos ojek ke pasar kecamatan mencapai Rp40.000 untuk sekali jalan.
Hal tersebut karena medannya rusak parah, bahkan biaya angkut pupuk dari agen ke rumah saja bisa kena tarif tambahan hingga Rp15.000 per karung, karena mobil pick-up tidak mau masuk.
Waktu tempuh ke kota kecamatan juga memakan waktu hingga 1 jam lamanya.
“Sekarang setelah jalan mulus dibeton, ongkos ojek ke pasar turun drastis jadi cuma Rp15.000, angkutan pupuk bisa langsung diantar mobil sampai depan pintu tanpa biaya ekstra, dan waktu perjalanan terpangkas hebat menjadi hanya 15 menit saja,” kata Rachmat.
Cerita haru juga datang dari dunia pendidikan perdesaan setempat.
Anak-anak sekolah yang sebelumnya terpaksa menenteng sepatu akibat jalanan berlumpur pekat saat musim hujan, kini bisa tersenyum.
Setelah jalan ini dibangun dengan beton mulus, para pelajar dapat berangkat menuntut ilmu menuju SMKN 1 Curugbitung dengan pakaian yang tetap bersih dan rapi.
Sementara Kepala Desa Cikatomas, Jaro Yanto, menyampaikan apresiasi mendalam kepada komitmen Gubernur Banten, Andra Soni.
Yanto mengaku bahwa Gubernur Andra Soni, telah mewujudkan mimpi warga yang tertunda selama puluhan tahun.
“Ini adalah keadilan infrastruktur yang nyata bagi desa kami, dan kami juga mengapresiasi Kepala Desa Mayak, Jaro Asep, yang ikut mengawal pengerjaan ruas sirip sekolah di perbatasan wilayah kami,” ttutur Jaro Yanto.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Banten, Arlan Marzan, membeberkan bahwa pengerjaan di medan berbukit seperti Lebak tersebut, memang memiliki tantangan teknis tersendiri.
Namun, dengan perencanaan yang matang, struktur jalan berhasil diperkuat menggunakan sistem drainase yang baik agar air tidak merusak badan jalan.
“Karakteristik tanah di Lebak membutuhkan perhatian khusus. Oleh karena itu, pada Ruas Cikatomas – Tegal Lumbu, kami menerapkan spesifikasi teknis tinggi. Struktur lapis pondasi bawah diperkuat sebelum dicor, sehingga daya tahan jalan terhadap kendaraan bertonase sedang tetap terjaga,” jelas Arlan Marzan. (Tim Jurnal)
