Berita Banten terkini, Update berita Banten, Peristiwa terbaru di Banten

Pemprov Banten Targetkan Pulau Tunda Nikmati Listrik PLN 24 Jam di 2026

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten, Ari James Faraddy, S.T., M.Si., M.T. (Foto wosnu Bangun)

SERANG (bantenbersatu.co.id) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menargetkan warga Pulau Tunda di Kabupaten Serang segera menikmati aliran listrik dari PT PLN (Persero) selama 24 jam penuh pada tahun 2026 ini.

Kehadiran listrik PLN ini menjadi angin segar bagi sekitar 1.600 jiwa warga yang bermukim di wilayah utara perairan Teluk Banten tersebut.

Selama ini, warga Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa itu sangat bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mandiri dan genset diesel berbahan bakar solar.

Akibat keterbatasan pasokan dan mahalnya harga solar, aliran listrik di pulau seluas 300 hektare itu sempat mengalami krisis dan hanya menyala enam sampai delapan jam per hari.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten, Ari James Faraddy menjelaskan, pembenahan sektor kelistrikan ini tengah dikebut untuk mengakhiri kesulitan warga, terutama para pelajar yang aktivitasnya kerap terganggu pada malam hari.

“Kami terus berjuang agar Pulau Tunda mendapat aliran listrik penuh dari PLN. Kasihan warga di sana, menurut⁷ laporan kerap mengalami kendala mati lampu secara tiba-tiba saat anak-anak sekolah sedang belajar pada malam hari,” ujar Ari di ruang kerjanya, Kamis 11 Juni 2026.

Untuk merealisasikan target tersebut, Ari menyebutkan tahapan saat ini tinggal menunggu kesiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dalam menyiapkan lahan hibah.

Lahan ini disyaratkan oleh Kementerian ESDM dan PLN sebagai lokasi pembangunan fasilitas PLTS Terpusat.

Fasilitas baru yang diproyeksikan ini nantinya dilengkapi dengan panel surya, baterai lithium, dan ruang distribusi daya untuk menunjang operasional listrik selama 24 jam.

Selain pemenuhan energi, pemerintah setempat juga tengah memperjuangkan berbagai bantuan kesejahteraan lain, seperti program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat Pulau Tunda.

Sebagai informasi, Pulau Tunda terletak cukup terpencil.

Untuk mencapai pulau tersebut dari daratan Banten, masyarakat harus menyeberang menggunakan kapal kayu atau perahu nelayan dengan waktu tempuh sekitar dua hingga tiga jam perjalanan dari Pelabuhan Karangantu, Kota Serang. (Wisnu Bangun)

Related posts

Desa Cikande Permai Ditarget Masuk 3 Besar Desa Cantik tingkat Nasional

bantenbersatu

Bupati Dorong Mahasiswa Kuatkan Sinergitas dan Kolaborasi Untuk Kemajuan Pembangunan Daerah

bantenbersatu

Gubernur Andra Soni dan Forkopimda Provinsi Banten Dengarkan Arahan Presiden Prabowo

bantenbersatu

HUT PGRI dan HGN ke-80, Bupati Serang Ratu Zakiyah Komitmen Tingkatkan Kompetensi Pendidik

bantenbersatu

Dispora Kota Tangerang Pantau Ketat Persiapan Tim Sepak Bola Putri Menuju PORPROV VII Banten

bantenbersatu

KPK : PT Pelayaran Pelni Rugikan Negara Belasan Miliar Rupiah

bantenbersatu

Pemkot Tangerang Lanjutkan Perbaikan Jalan Raya Sangego-Bayur Kecamatan Periuk

bantenbersatu

Kampung Kepaten Desa Margagiri Juara Umum Lomba Bulan Bhakti Gotong Royong

bantenbersatu

Jamin Mutu Bangunan, Pemkot Tangerang menyediakan Layanan Uji Laboratorium Bahan Konstruksi Berbiaya Terjangkau

bantenbersatu