TANGERANG (bantenbersatu.co.id) – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), memuji seluruh tim kesehatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam menanggulangi penyakit TBC. Pujian tersebut diungkapkan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Wamenkes RI) DR Benyamin Paulus Oktavianus, dalam acara penanggulangan penyakit tuberkulosis (TBC) di Gedung Akhlaqul Kharimah, Kota Tangerang, Selasa 11 November 2025.
Menurut Benyamin, pihaknya sangat apresiasi terhadap capaian kerja yang dilakukan oleh tim kesehatan Pemprov Banten.
Dia menyebut, bahwa Pemprov Banten secara serempak dan bahu-membahu, berhasil melibatkan berbagai unsur di kabupaten/kota dari tingkat desa/kelurahan di seluruh kecamatan untuk menanggulangi TBC.
“Dari 100 persen penderita TBC, sekitar 93 persen diantaranya berhasil diobati secara tuntas, termasuk penanganan keluarga dan kemungkinan tetangga yang akan tertular,” kata Benyamin.
Capaian ini merupakan angka tertinggi se-Indonesia, setelah itu disusul capaian kerja yang juga cukup baik dari daerah Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur.
Benyamin juga menyampaikan bahwa Pemprov Banten berhasil mencatat dan menemukan jumlah terbanyak pasien-pasien TBC yang kemudian diobati hingga tuntas.
Menurutnya TBC itu yang penting menemukan kasusnya, selanjutnya cara menanganinya atau mengobatinya.
Disebutkan Benyamin, saat ini di Indonesia diperkirakan ada satu juta sembilan puluh ribu (1.90.000) pasien.
Dari jumlah itu 50. 000 lebih diantaranya berada di Provinsi Banten.
Di sebutkannya bahwa di Provinsi Banten kasus orang yang sakit ditemukan sampai hari ini sudah 93 persen dari target 100 persen. “Kalau kita bisa temukan 100 persen maka Banten akan bebas dari penyakit TBC di Indonesia,” tuturnya.
Sementara di provinsi-provinsi lain kata Benyamin, angkanya lebih kecil. Contohnya di Jawa Tengah, Jawa Timur hanya bisa 60 sampai 65 persen, di DKI Jakarta baru 65 persen, Jawa Barat lebih tinggi 78 persen ada juga provinsi-provinsi yang baru 38 persen.
Sedangkan khusus di Kepulauan Riau (Kepri) kata Benyamin, pihak Kemenkes belum ada perolehan catatan sama sekali. “Jadi menemukan kasusnya aja nggak, apalagi ngobatin paham ya? Menemukan kasusnya saja enggak. Itu data enggak bisa bohong. Provinsi Banten dan Jawa Barat beada yang paling top. Itu data enggak bisa bohong. Provinsi Banten dan Jawa Barat beada yang paling top,” tegas Wamenkes.
Kunjungan kerja ke Kota Tangerang di Provinsi Banten hari itu menurutnya, adalah rangkaian tugas ke beberapa daerah lainnya di Pulau Jawa. “Besok siang saya juga akan melakukan hal seperti ini dengan kadin DKI Jakarta,” kata Benyamin.
Selanjutnya akan berkunjung ke Jawa Barat, dalam tugas yang sama. Disebutkannya bahwa TBC adalah penyakit menular yang dapat terjadi melalui pusat perbelanjaan , tempat ibadah seperti masjid, gereja dan lain-lain.
Menurut Benyamin, diantara orang yang terlibat sebagai tim penyusun penanggulangan TBC di Kemenkes diantaranya ada Prov Agus, Dr Arif, dokter Bambang Pak Iwan, pak Andi Sagu.
“Karena kami ini kan menyusun, jadi ada 15 sekitar Kementerian yang terlibat dan bekerjasama memberantas TBC ini.
Semuanya dalam upaya membuat Indonesia sehat, Indonesia jadi negara maju yang terhormat.
“Kami berkomitmen dan bersemangat dalam menuntaskan TBC berbasis kewilayahan di seluruh Indonesia,” kata Benyamin.
Hadir dalam acara tersebut, selain tim kesehatan dari Kemenkes RI, juga tampak Gubernur Banten Andra Soni, S.M.,M.A.P, Walikota Tangerang Drs. H. Sachrudin, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Dr. dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti,
Perwakilan dari Kepala daerah kabupaten/kota, Kepala Dinas Kesehatan se-Provinsi Banten, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Organisasi kesehatan paru Indonesia (PDPI) serta sejumlah organisasi dan aktivis kesehatan dari tingkat desa/kelurahan yang ada di Provinsi Banten.
Kunjungan kerja Wamenkes RI tersebut, sebagai rangkaian kerja dalam rangka melakukan peninjauan implementasi penanggulangan TBC di Kota Tangerang.
Benyamin menyebut, bahwa kunjungan itu adalah sebagai bentuk komitmen Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk mempercepat dan mewujudkan Indonesia bebas TBC di tahun 2030.
Di tempat yang sama Walikota Tangerang Sachrudin memberi pantun sebelum memulai sambutannya “Ke pasar lama beli ikan teri. Berangkatnya naik motor sendiri. Selamat datang bapak wakil menteri. Mari bersama kita bebaskan TB”.
Sachrudin berharap kehadiran Wamenkes RI dan rombongan akan semakin memperkuat upaya penanggulangan TBC termasuk pencapaian penemuan kasus dan pelaksanaan di Kota Tangerang.
“Kami terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, inklusif dan berkelanjutan dalam Penanggulangan masyarakat yang terdampak TBC,” katanya.
Sachrudin menyebutkan, beberapa langkah nyata yang sudah dilakukan antara lain, streaming TBC mandiri melalui Ransel TBC dan pendampingan minum obat oleh kader. Kemudian ada juga program “Asmara TBC” sebagai inovasi untuk memudahkan deteksi dan pengobatan TBC. Selanjutnya penemuan kasus aktif dengan x-ray portable, agar kasus TBC dapat ditemukan lebih cepat dan tepat.
Tidak hanya sampai di situ kata Sachrudin, pihaknya juga melakukan penguatan layanan di fasilitas kesehatan.
Hal ini lanjutnya, agar setiap warga mendapatkan penanganan yang oftimal, termasuk keluhan siaga TBC sebagai gerakan komunitas untuk mendorong pencegahan dan kesadaran masyarakat secara luas.
Sachrudin juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tenaga kesehatan, tokoh masyarakat organisasi komunitas dan semua pihak yang telah bekerjasama dengan semangat gotong royong.
Dia berharap, agar pertemuan Kemenkes RI dan seluruh jajaran yang terlibat dalam dunia kesehatan hari itu, dapat memberikan arah dan penguatan bagi upaya yang sudah dilakukannya.
Sementara Kepala Dinas kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramuji mengatakan, penanganan TBC di Provinsi Banten dilakukan dengan banyak cara.
Diantaranya dengan cara penelusuran melalui online oleh tim rumah sakit dan kunjungan ke rumah-rumah oleh kader.
Ati mengatakan, kondisi lingkungan dan rumah tinggal juga menjadi tantangan penting dalam mengatasi terdampak TBC
Di sisi lain Gubernur Banten Andra Soni dalam sambutannya berharap, agar kunjungan kerja Wamenkes ke wilayahnya dapat mewujudkan mimpinya memiliki Rumah Sakit khusus Paru.
“Kami mempersiapkan lahannya, pemerintah Pusat bangunannya,” kata Andra disambut tepuk tangan hadirin.
Menurut Andra keberadaan Rumah Sakit paru yang dimohonkan, adalah sebagai upaya menanggulangi penyakit Paru-paru di tanah air, khususnya di wilayah Provinsi Banten. “Hal ini juga sebagai cita-cita bapak presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan manusia Indonesia yang sehat dan kuat,” tutur Andra.
Selain ingin memiliki rumah sakit paru, Andra juga meminta kepada Wamenkes agar dapat merealisasi rencana pembangunan rumah sakit jiwa yang sudah di programkan oleh Pemprov Banten.
Berkaitan keinginan memiliki rumah sakit jiwa ini, Andra mengaku sudah memiliki lahan yang tanahnya sudah siap bangun. “Jadi tinggal biaya pembangunannya saja, pa wamen,” tutur Andra. (Advertorial)
