Berita Banten terkini, Update berita Banten, Peristiwa terbaru di Banten

Elang Militer yang Terbukti: Cara Gatot Nurmantyo Membaca Syahwat Politik Listyo Sigit

Terbukti Akurat: Kolase visual Jenderal (Purn.) Gatot Nurmantyo dan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang viral di media sosial, merekam kembali peringatan keras sang jenderal mengenai batas waktu kekuasaan yang kini menjadi kenyataan pascabongkarnya skandal penyadapan ring satu Istana. (Sumber: Tangkapan Layar TikTok @jf.alyasminnews)
Terbukti Akurat: Kolase visual Jenderal (Purn.) Gatot Nurmantyo dan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang viral di media sosial, merekam kembali peringatan keras sang jenderal mengenai batas waktu kekuasaan yang kini menjadi kenyataan pascabongkarnya skandal penyadapan ring satu Istana. (Sumber: Tangkapan Layar TikTok @jf.alyasminnews)

Oleh: Wartawan Senior, Wisnu Bangun

JAKARTA (bantenbersatu.co.id) – Badai skandal siber terbesar yang melumpuhkan ring satu Istana akhirnya meledak. Bareskrim Polri bergerak cepat menangkap empat jenderal kepolisian. Di tengah hiruk-pikuk ini, publik kembali menoleh pada satu nama penting: Jenderal (Purn.) Gatot Nurmantyo.

Mantan Panglima TNI ini tampil sebagai tokoh pendobrak moral bangsa. Sejak awal, intuisi tajamnya telah konsisten meniupkan peluit peringatan (whistleblower). Ia secara berani memperingatkan publik mengenai bahaya laten ego sektoral dari kelompok lama.

Podium Bandung Menjadi Saksi

Jejak keberanian Jenderal Gatot terekam abadi dalam sebuah acara akademis. Ia menyampaikan kritik tajam itu saat menjadi pembicara Kuliah Umum di Kampus Universitas Sangga Buana (USB) YPKP, Kota Bandung, pada Kamis, 29 Januari 2026.

Momen itu terjadi tiga hari pasca-rapat kerja Komisi III DPR RI. Kala itu, mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo melontarkan sumpah emosional di depan parlemen. Sigit secara terbuka menolak reformasi struktural yang ingin menempatkan Polri di bawah kementerian. Ia memerintahkan jajarannya untuk mempertahankan posisi institusi langsung di bawah Presiden “hingga titik darah penghabisan”.

Ketika banyak elite politik memilih bermain aman, Jenderal Gatot justru mendobrak panggung publik. Di hadapan civitas akademika di Bandung, ia secara blak-blakan menyebut resistensi radikal kelompok Sigit sebagai tindakan yang “kurang ajar”.

Membaca Syahwat Kekuasaan Absolut

Intuisi seorang mantan panglima terbukti tidak pernah berbohong. Jenderal Gatot dengan gamblang membaca bahwa sumpah ekstrem tersebut bukan sekadar ego organisasi biasa.

“Dia kira Pak Prabowo itu boneka, yang bisa ditimbang-timbang,” cetus Gatot dengan nada berapi-api.

Gatot telah mengendus bahaya ini sejak awal tahun 2026. Ia melihat ada syahwat kekuasaan absolut yang sedang membentengi diri dari agenda kontrol siber negara. Jaringan lama ini bahkan sengaja membentuk organisasi tim evaluasi internal tandingan demi menolak reformasi dari Istana.

Tragedi Akuarium Kaca di Ring Satu

Hari ini, apa yang didobrak oleh Gatot Nurmantyo di Bandung menjelma menjadi kenyataan pahit. Ambisi menggenggam kendali tanpa batas tersebut mewujud dalam penyelewengan server Lawful Interception Management System (LIMS).

Kelompok lama menyalahgunakan mesin sadap kelas dewa seharga Rp212 miliar hingga Rp1 triliun tersebut untuk memata-matai sang panglima tertinggi selama setahun penuh. Akibatnya, Presiden ibarat berada dalam kondisi bagai ikan di dalam akuarium yang sangat telanjang. Operator senyap dengan bebas menonton setiap pergerakan strategis dan rahasia navigasi negara secara ilegal.

Ketegasan Kapolri Baru Mematahkan Makar

Namun, sejarah membuktikan bahwa tidak ada kekuasaan absolut yang abadi. Kapolri baru, Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto, langsung mengambil akselerasi hukum kilat untuk memutus rantai bahaya ini di menit-menit terakhir.

Tim Khusus Bareskrim langsung menjebloskan para jenderal ke rutan Mako Brimob. Penyidikan terbaru bahkan menyeret Irjen Pol. Slamet Uliandi sebagai tersangka keempat. Perwira pengendali infrastruktur TIK tersebut terbukti menyetujui penghapusan berkas log elektronik demi menghilangkan jejak digital mereka.

Langkah berani Jenderal Suyudi Ario Seto berhasil memecahkan akuarium kaca yang mengurung presiden. Narasi pendobrakan yang bermula dari podium kampus di Bandung kini resmi berakhir di balik jeruji besi, membuktikan bahwa negara tidak lagi memberi kompromi bagi tindakan yang mengarah pada makar. (***)

 

Related posts

Pemkot Tangerang Perkuat Integritas Transparansi dan Akuntabilitas ASN Lewat Tangerang GORVU

bantenbersatu

Turnamen Bola Voli di Tengah Ramadan, Piala Kadispora Kota Tangerang III 2026 Siap Digelar

bantenbersatu

PEMBUKAAN STUDI LINGKUNGAN OHA DAN ES SERDIK SESPIMEN POLRI DIKREG KE-66 T.A. 2026 DI POLRES SERANG BERLANGSUNG KHIDMAT

bantenbersatu

31 Puskesmas Ramaikan Fashion Show DWP Dinkes Kabupaten Serang

bantenbersatu

Tenis Jadi Ajang Mempererat Kebersamaan Forkompinda Provinsi Banten*

bantenbersatu

Gerakan World Cleanup Day di Kota Tangerang Sukses Kurangi 9,1 Ton Sampah

bantenbersatu

Satresnarkoba Polres Serang, Tangkap 17 Tersangka sepanjang Agustus hingga 14 September 2025

bantenbersatu

Di CSS XXIII, Maryono Perkenalkan Inovasi Bolang hingga Sampah Jadi Energi

bantenbersatu

Raih WTP ke-10 Berturut-turut, Gubernur Andra Soni Tekankan Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

bantenbersatu