Berita Banten terkini, Update berita Banten, Peristiwa terbaru di Banten

Tamparan Bagi Gubernur dan Kapolda Banten: Penutupan PWI 6 Jadi Alarm Darurat Investasi Oleh: Wartawan Senior, Wisnu Bangun

Wisnu Bangun, adalah wartawan senior bertugas di Banten, sebelum menjadi provinsi setelah berpisah dari Provinsi Jawa Barat
Wisnu Bangun, sedang berpindah tempat ngopi, sambil cari temen ngobrol

Oleh: Wartawan Senior, Wisnu Bangun

Penutupan permanen pabrik PT Parkland World Indonesia (PWI) 6 di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menjadi tamparan keras yang membuka lembaran kelam perekonomian daerah.

Hengkangnya raksasa padat karya ini tidak boleh dipandang sebagai persoalan sewa-menyewa gedung belaka.

Fenomena ini adalah sinyal merah yang menggambarkan mulai runtuhnya kenyamanan serta efisiensi berinvestasi di Provinsi Banten.

PT PWI 6 kini memperpanjang daftar hitam eksodus massal industri manufaktur alas kaki dan tekstil dari Tanah Jawara.

Merujuk pada data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), realisasi investasi Banten memang terlihat melejit di angka Rp66,3 triliun (46,63% dari target tahunan Rp142,19 triliun).

Namun, angka tersebut hanyalah pertumbuhan semu jika dilihat dari perspektif ketersediaan lapangan kerja.
Mayoritas investasi yang masuk didominasi oleh industri padat modal yang minim penyerapan tenaga kerja secara masif.

Sebaliknya, sektor padat karya yang menjadi gantungan hidup ribuan masyarakat bawah justru perlahan-lahan gulung tikar dan lari meninggalkan Banten.

Jurang Upah yang Menjerat dan Efisiensi Bisnis

Faktor utama yang mendorong migrasi besar-besaran ini tidak lain adalah disparitas upah yang kian melebar.

Sebagai perbandingan pada regulasi pengupahan, UMK terendah di Provinsi Banten saja—yakni Kabupaten Lebak—sudah menembus angka Rp3.330.010.

Sementara di wilayah Jawa Tengah, daerah penerima eksodus seperti Kabupaten Banjarnegara, Wonogiri, maupun Sragen masih memiliki basis UMK yang sangat efisien di kisaran Rp2,3 juta.

Bagi korporasi berskala internasional yang mempekerjakan ribuan hingga puluhan ribu buruh, selisih pengeluaran upah ini menciptakan perbedaan pengeluaran hingga ratusan miliar rupiah per tahun.
Pilihan merelokasi pabrik demi efisiensi bisnis pun menjadi langkah yang logis di mata para pemilik modal.

Warisan Pengangguran Akibat Eksodus Terdahulu

Dampak nyata dari salah arahnya ekosistem industri ini telah memicu tsunami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat, sepanjang Januari hingga September saja, Banten menempati posisi kedua nasional dengan menyumbang hingga 7.733 pekerja yang terkena PHK.
Angka ini adalah hasil akumulasi dari rontoknya industri manufaktur konvensional.

Ketika korporasi besar seperti PT Nikomas Gemilang menggeser operasinya ke Pekalongan, PT KMK Global Sports melakukan perluasan ke Salatiga dan Temanggung.

Selanjutnya disusul oleh PT PWI 1 di Cikande mulai memindahkan kapasitas produksinya ke Rembang dan Pati, yang tertinggal di Banten hanyalah lubang besar kemiskinan dan melonjaknya Angkatan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

Penutupan PWI 6 di Lebak yang langsung menambah beban 1.100 pengangguran baru kian memperparah luka tersebut.

Apa yang Harus Ditiru Banten dari Daerah Lain?

Banten harus berhenti bersikap defensif dan mulailah belajar dari keunggulan daerah seperti Jawa Tengah dalam memanjakan investor.

Ada tiga aspek krusial yang wajib ditiru:
1. Penyediaan Kawasan Industri Terintegrasi yang Murah: Jawa Tengah sukses membangun kawasan industri terintegrasi dengan insentif fasilitas zona berikat yang sangat menekan overhead cost perusahaan.
2. Banten terlalu lama membiarkan harga lahan industri melambung tinggi tanpa kontrol.
3. Kondusivitas Sosial dan Kepastian Hukum: Daerah pesaing mampu memberikan jaminan keamanan absolut bagi operasional pabrik. Banten, sebaliknya, masih dihantui oleh tingginya biaya non-teknis di lapangan serta gesekan sosial berkedok premanisme di sekitar lingkungan pabrik yang kerap dibiarkan tanpa penindakan hukum yang agresif.
4. Cetak Biru (Blueprint) Perlindungan Investor Global: Pemerintah daerah di Jawa Tengah aktif menjemput bola dan mempermudah birokrasi, memberikan rasa aman bahwa investasi mereka dilindungi secara kelembagaan dari tingkat provinsi hingga desa.

Persoalan ini terlalu pelik untuk dianggap remeh. Gubernur Banten dan Kapolda Banten harus turun tangan secara langsung membongkar akar masalah di lapangan.

Pemerintah provinsi tidak boleh terjebak dalam rutinitas birokrasi pasca-PHK, seperti sekadar mengurusi penyaluran pesangon atau menyelenggarakan pelatihan kerja yang sifatnya seremonial.
Bupati Lebak, Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya, bahkan telah mengamini adanya kejanggalan di balik penutupan PWI 6 ini. Ia secara terang-terangan menduga adanya gangguan dari oknum-oknum tertentu yang merusak kondusifitas usaha.

Karena itu, intervensi dan ketegasan aparat penegak hukum dari tingkat Polda, Polres, hingga Polsek mutlak diperlukan untuk memberantas pungli dan premanisme.
Selamatkan kepastian hukum dan jaminan keamanan bagi investor yang tersisa sekarang juga, sebelum Tanah Jawara benar-benar ditinggalkan dan berubah menjadi kota mati bagi industri padat karya. (***)

Related posts

HUT Ke-80 Kecamatan Rajeg, Bupati Tangerang Serahkan Bantuan Peralatan Usaha

bantenbersatu

Dorong Gerakan Ayah Teladan Indonesia, Ayah Kota Tangerang Harus Hadir untuk Tumbuh Kembang Anak

bantenbersatu

Safari Ramadan Bersama DPR RI, BKN dan KAHMI Banten, Gubernur Andra Soni Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

bantenbersatu

Bupati Tangerang Hadiri Peringatan Hari Hemofilia Se-Dunia (World Hemophilia Day)

bantenbersatu

KPK: Inilah Perkara Penyuapan Walikota Bandung dan Kawan-kawan

bantenbersatu

Wabup Intan Ajak Organisasi dan Komunitas Kuatkan Komitmen Ciptakan Kabupaten Tangerang Yang Aman, Ramah, dan Manusiawi Bagi Semua

bantenbersatu

Bantuan Sosial Uang Tahap Pertama APBD Cair, 2.924 Warga Kurang Mampu Terima Rp600 Ribu

bantenbersatu

Provinsi Banten Raih Juara Harapan III Lomba Tim Pembina Posyandu Tingkat Nasional

bantenbersatu

Hadapi Musim Hujan, Gubernur Andra Soni Imbau Warga Pantau Informasi Resmi BMKG dan Pastikan Wisata Banten Aman

bantenbersatu