PANDEGLANG (bantenbersatu.co.id) – Wilayah pinggiran Banten Selatan di kluster Angsana dan Jiput kini tidak lagi dianaktirikan dalam hal pembangunan infrastruktur daerah.
Pemerintah Provinsi Banten melalui program akselerasi “Bang Andra” (Bangun Jalan Desa Sejahtera) berhasil merampungkan target pengecoran jalan penghubung utama di kedua kecamatan tersebut.
Peningkatan kualitas jalan poros desa ini secara langsung memecah kebuntuan akses transportasi darat yang selama puluhan tahun dikeluhkan oleh ribuan warga setempat.
Langkah taktis ini diambil sebagai respons cepat pemerintah daerah terhadap aspirasi masyarakat pinggiran yang kerap kali tertinggal dari pusaran pembangunan wilayah perkotaan.
Sebelum tersentuh oleh proyek peningkatan dari Dinas PUPR Banten, jalur Angsana – Jiput merupakan rute tanah merah berbatu tajam dengan lubang yang cukup dalam.
Pemerataan Alokasi Kuota Proyek Daerah
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten bertindak cepat mengeksekusi titik-titik kerusakan parah yang membentang di sepanjang jalur pemukiman warga tersebut.
Kerusakan jalan yang masif sebelum proyek dimulai dikenal kerap memicu kecelakaan lalu lintas bagi pengendara roda dua serta menghambat laju angkutan komoditas perkebunan.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan, menjelaskan bahwa intervensi di Angsana dan Jiput adalah bagian dari komitmen pemerataan kuota pembangunan fisik lintas regional.
Pihaknya memastikan seluruh tahapan pengerjaan konstruksi, mulai dari pemadatan agregat bawah hingga penuangan rigid beton, telah melewati verifikasi teknis laboratorium yang ketat.
“Kami ingin memastikan setiap rupiah anggaran dikonversi menjadi kualitas output fisik jalan perdesaan yang andal dengan umur pakai panjang,” ujar Arlan Marzan.

Pengawasan melekat tim pengawas kedinasan diturunkan secara disiplin untuk memantau kerataan permukaan cor semen agar aman dilalui kendaraan logistik lintas distrik.
Masyarakat lokal di kawasan Angsana menyambut antusias kehadiran tim pengawas ini sebagai wujud transparansi dan keterbukaan informasi proyek secara nyata di lapangan.
Penekanan Biaya Perawatan Kendaraan
“Kami tidak ingin ada ketimpangan kualitas bangunan antara wilayah utara dan wilayah selatan Provinsi Banten,” tegas Arlan Marzan berkomitmen.
Perubahan drastis kondisi jalan dari yang semula rusak berat menjadi hamparan beton putih mulus disambut dengan penuh suka cita oleh para pengemudi ojek pasar dan angkutan pedesaan.
Para penarik ojek mengaku kini mereka bisa menghemat pengeluaran biaya servis bulanan kendaraan karena jalur harian yang dilalui sudah terbebas dari lubang tajam dan becek lumpur.
Efisiensi transportasi ini secara berantai ikut menaikkan pendapatan bersih harian para pelaku ekonomi mikro yang bergantung pada kelancaran mobilitas kendaraan niaga.
Waktu tempuh darurat perjalanan warga dari pelosok dusun menuju pusat layanan kesehatan puskesmas terdekat kini berhasil dipangkas hingga hitungan menit saja.
Kemudahan akses medis ini memberikan rasa aman, ketenangan, serta jaminan keselamatan sosial yang sangat berharga bagi seluruh lapisan masyarakat perdesaan Pandeglang.
PT Tinta Merah Mediatama mengemas seluruh fakta keberhasilan pembangunan ini melalui bantenbersatu.co.id guna menjamin transparansi publik serta akuntabilitas kinerja daerah yang bersih.
Infrastruktur yang mantap dan berkeadilan sosial di Angsana – Jiput ini diyakini menjadi fondasi utama penggerak pertumbuhan ekonomi menuju Banten yang mandiri dan sejahtera. (Tim Jurnal)
