SERANG (bantenbersatu.co.id) – Dinas Kesehatan Provinsi Banten terus menggalakkan program Keluarga Berencana (KB) sebagai pilar utama dalam membangun ketahanan keluarga yang sejahtera dan bahagia.
 Melalui edukasi yang masif, masyarakat diajak untuk memahami manfaat nyata KB bagi ibu dan keluarga, sekaligus meluruskan berbagai mitos keliru yang masih beredar di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Hj. Ati Pramudji Hastuti, menegaskan Program KB terbukti memberikan dampak positif yang signifikan secara menyeluruh.
“Bagi seorang ibu, menjaga jarak kehamilan minimal 2 tahun sangat krusial untuk mencegah kehamilan berisiko tinggi serta memberikan waktu yang cukup bagi pemulihan fisik pasca-persalinan,” katanya dalam keterangan resmi, yang diterima Selasa 15 September 2026.
Selain itu kata Ati, usia hamil yang ideal berada di rentang 20 hingga 35 tahun demi menekan angka risiko komplikasi medis.
Secara makro keluarga, perencanaan masa depan yang terukur dengan prinsip kecukupan dua anak terbukti mampu meringankan beban ekonomi keluarga.
Hal ini berbanding lurus dengan jaminan stabilitas ekonomi, terjaganya kesehatan ibu, serta kepastian pendidikan anak yang lebih bermutu.
Menurutnya, bahwa pemilihan metode kontrasepsi harus didasari oleh informasi medis yang benar.
Ia mendorong pasangan usia subur untuk memanfaatkan fasilitas layanan kesehatan yang ada.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memilih metode kontrasepsi yang paling sesuai. Caranya adalah dengan melakukan konsultasi gratis dengan tenaga kesehatan di fasilitas layanan terdekat agar mendapatkan arahan yang tepat dan aman,” ujar Ati.
Disebutkannya, beberapa pilihan metode KB modern yang aman dan tersedia bagi masyarakat meliputi Pil KB, Suntik KB, IUD (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), Implan, Kondom, hingga MOW/MOP (Metode Operasi Wanita / Pria).
 Meluruskan Mitos vs Fakta KB
Hingga saat ini, sebagian masyarakat masih ragu mengikuti program KB akibat terpengaruh desas-desus atau mitos yang tidak valid secara medis.
Pihak Dinkes Banten menjabarkan klarifikasi fakta medis untuk meluruskan kesalahpahaman tersebut:
1 . Mitos: KB Bikin Mandul
- Fakta: Penggunaan KB tidak menyebabkan kemandulan permanen. Kesuburan seorang wanita akan kembali normal secara bertahap setelah penggunaan alat kontrasepsi dihentikan.
Mitos: KB Bikin GemukFakta: Efek samping terhadap berat badan sangat bergantung pada reaksi tubuh masing-masing individu yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting untuk memilih metode yang paling cocok melalui konseling medis
Mitos: KB Urusan Istri Saja
Fakta: Pandangan ini sepenuhnya salah. Perencanaan keluarga dan pemilihan kontrasepsi merupakan keputusan bersama yang harus disepakati secara harmonis antara suami dan istri.
Di akhir keterangannya,Ati meminta, dengan pemahaman yang benar mengenai fakta-fakta KB ini, kesadaran pasangan usia subur untuk merencanakan keluarga secara matang dapat terus meningkat demi mencetak generasi masa depan Banten yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (Advertorial)
Â
