KABUPATEN SERANG (bantenbersatu.co.id) — Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah membuka High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Serang Tahun 2026 di Aula Surosowan Bank bjb Kantor Cabang Khusus (KCK) Banten pada Rabu, 15 Juli 2026. High Level Meeting dalam rangka Evaluasi Capaian dan Pemantapan Roadmap Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Kabupaten Serang 2025-2029.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menekankan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berkomitmen mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang akuntabel, efisien, transparan dan bisa diakses oleh seluruh masyarakat.
“Tadi saya sampaikan beberapa hal mengenai upaya kita menambah pendapatan asli daerah (PAD), salah satunya adalah menggunakan transaksi digital,” kata Ratu Zakiyah sapaan akrab Ratu Rachmatuzakiyah kepada media usai pertemuan.
Kata Bupati, menambah PAD bagi daerah tidak bisa dilakukan oleh Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) sendiri. Namun harus ada sinergi dari berbagai pihak, mulai dari pemangku kepentingan baik mitra, perbankan dan seluruh OPD, terutama OPD yang terkait langsung dengan retribusi.
Di antaranya, sambung Ratu Zakiyah ada Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Perikanan (Diskan), dan lainnya. “Ini perlu penguatan, perlu komitmen dan konsistensi kita semua. Kita perlu sinergi, sehingga kedepan tidak ada lagi pembayaran non tunai,” tegasnya.
Ratu Zakiyah menyebutkan, untuk saat ini baru 50 persen yang menggunakan non-tunai. Diharapkan hingga 2029 semuanya sudah melaksanakan pembayaran menjadi non tunai. Hal itu untuk meminimalisasi kebocoran pendapatan daerah.
“Kan ujungnya untuk itu. Gimana kita bisa optimal mendapatkan pendapatan asli daerah yang kemudian berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Terkait capaian penerimaan di Kabupaten Serang, Ratu Zakiyah mengatakan sudah on the track. “Alhamdulillah saya mendapat laporan dari Bapenda, di triwulan 2 ini capaian pendapatan asli daerah sudah melampaui target, kalau tidak salah surplus Rp5 miliar. Ini capaian yang luar biasa. Kedepan dengan adanya elektronifikasi penerimaan pendapatan asli daerah di wilayah Kabupaten Serang bisa lebih melejit,” katanya.
Untuk mewujudkan itu semua, Ratu Zakiyah meminta kolaborasi semua pihak terkait. “Jadi mohon dukungan, mohon kolaborasi, mohon sinergi dari berbagai pihak,” katanya.
Di tempat yang sama Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Seang, Lalu Farhan Nugraha mengatakan, di Kabupaten Serang ada 13 OPD penghasil retribusi dan hampir rata-rata semuanya sudah baik meski ada beberapa kendala. “Karena memang kan ada beberapa kendala ketika bicara retribusi itu karena sifatnya direct ya, langsung gitu,” katanya.
Kata Farhan, pihaknya akan lebih mempermudah dan memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk bisa melakukan pembayaran retribusi non-tunai. Ia meminta, agar masing-masing OPD berupaya memberikan pemahaman mengenai proses pembayaran non-tunai kepada warga.
Terkait kerawanan bocoran pendapatan, Farhan mengatakan, akan memperketat pengawasan. “Kalau kita bicara kerawanan kebocoran pendapatan maka kita selaku badan pendapatan daerah akan terus melakukan pengawasan, evaluasi, monitoring berkelanjutan,” tegasnya.
Farhan menambahkan, istilah kebocoran itu, ketika itu tidak bisa dilakukan penagihan Kembali dan BPK melakukan pemeriksaan atas potensi temuan. “Jadi temuannya itu sifatnya potensi, potensi pendapatan yang kemudian bisa digali kembali dan alhamdulillah dengan evaluasi dari BPK itu kita bergerak dan wajib pajak melakukan pembayaran ke kita dengan metode SKPDKB,” jelasnya.
Kata Farhan lagi, bila semuanya sudah diberikan pemahaman tentang sistem pembayaran yang dilakukan berdasarkan self-assessment maupun official assessment maka tidak ada yang berani untuk macam-macam untuk melakukan kecurangan.
“Saat ini di beberapa hotel, restoran, dan objek pajak lainnya intens untuk memberi tahu dan menyampaikan kepada teman-teman wajib pajak untuk terus berkontribusi dengan dengan benar. Artinya kalau benar pasti baik,” katanya.
Turut hadir Perwakilan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Banten, Kepala Bak bjb KCK Banten, Faridha Siregar, Sekreatris Daerah (Sekda) Zaldi Dhuhanam dan para Pejabat Eselon II di lingkungan Pemkab Serang.(Red03)
