Berita Banten terkini, Update berita Banten, Peristiwa terbaru di Banten

Pemkab Serang Panen Raya Bawang Merah Program Ratu Tani Bahagia

KABUPATEN SERANG (bantenbersatu.co.id) – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Serang melaksanakan Panen Raya Bawang Merah yang merupakan Program Ratu Tani Bahagia, dalam rangka mendukung pencapaian Asta Cita Swasembada Pangan di sektor pertanian. Program ini sebagai upaya mewujudkan peningkatan produksi dan produktivitas pertanian, sekaligus pengendalian dan penanggulangan inflasi daerah melalui peningkatan produksi komoditas hortikultura.

Program bantuan benih Pemkab Serang itu dipanen secara simbolis oleh Asisten Daerah (Asda) II Febriyanto, Kepala DKPP Suhardjo, Kepala Diskoperindag Adang Rahmat, Kabid KIP Diskominfo Ahmad Jajuli, Kepala BRMP Banten Andry Polos, Unsur Muspika dan para petani di Kampung Desa Pegandikan, Kecamatan Lebak Wangi pada Senin, 24 Agustus 2026.

”Saya mewakili Ibu Bupati, intinya Bupati Serang mengapresiasi semangat para petani khususnya di wilayah Lebak Wangi, Desa Pegandikan ini yang terus menggalakkan semangatnya untuk bercocok tanam, khususnya menanam bawang dan cabai. Alhamdulillah hari ini mereka melakukan panen raya bawang merah,” ujarnya.

Mengingat, kata Febriyanto, bawang merah merupakan kebutuhan pokok yang harus terus dilestarikan di Kabupaten Serang dan sangat dibutuhkan untuk bahan pokok makanan setiap harinya. Terlebih, berdasarkan informasi DKPP untuk satu orang dalam satu pekan membutuhkan konsumsi bawang merah mencapai 3 kilogram.

”Jadi untuk itu mohon Pak Kades Pegandikan, Jarkasih, kami atas nama pemerintah mengapresiasi gapoktan, penyuluh yang ada di wilayah Kecamatan Lebak Wangi terkhusus di Desa Pegandikan,” katanya.

Sekadar diketahui, sebut Febriyanto, panen bawang merah saat ini merupakan hasil dari bantuan pembelian bibit benih yang berasal dari APBD Kabupaten Serang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP). ”Dana itu tidak perlu dikembalikan kepada OPD, namun terus digulirkan kepada masyarakat untuk berkesinambungan, membangun petani agar kredibilitas dalam bercocok tanam dan swasembada pangan terus lestari,” ungkapnya.

Di samping itu juga, kata Febriyanto, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah juga berharap kepada masyarakat terkhusus para petani dan penyuluh pertanian akan digalakkan untuk penetapan beberapa kampung menjadi Kampung Hortikultura. Menyusul, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) melalui Program Gerakan Pangan Perempuan melakukan launching Kampung Hortikultura secara nasional di Kebun Greenlight, Desa Suka Bares, Kecamatan Waringin Kurung.

”Jadi setiap kampung, ibu-ibu segera memberdayakan diri, memanfaatkan diri untuk bermanfaat kepada masyarakat, menjadikan kampungnya Kampung Hortikultura,” tuturnya.

Sementara Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan bahwa program ini adalah salah satu Program Ratu Tani Bahagia, yaitu Kolaborasi Bersatu Pertanian dalam upaya mendukung swasembada pangan, peran serta pengendalian inflasi daerah (TPID) melalui bantuan dari APBD Kabupaten Serang 2026.

”Bawang merupakan salah satu dari sebelas bahan pokok penting dan penyumbang inflasi. Makanya kita mencoba untuk mengembangkan terus. Kebutuhan bawang kita, kalau hitung-hitungannya 3 kilogram per orang dalam sepekan dan per tahun sudah 5.100 ton. Kalau kita hitung per bulannya itu 400 ton. Kalau kita hitung per minggunya itu habis 100 ton. Nah, kita itu kalau misalnya per harinya itu kurang lebih 15 ton itu dibutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, sebut Suhardjo, untuk produksi di Kabupaten Serang pada tahun 2025 hanya mencapai 74 ton dari target 76 ton atau 80 persen. Sehingga dari hasil panen hanya bisa dikonsumsi selama satu sampai dua hari saja, selanjutnya masih dibutuhkan suplai bawang merah dari luar.

”Maka program kita yang tahun ini dengan APBD Kabupaten Serang seluas 16,5 hektare ini mudah-mudahan bisa meningkatkan target produksi kita. Mudah-mudahan terlampaui sampai 80 ton. Namun kita di bulan September nanti sudah mengajukan juga ke Kementan, CPCL sudah kita ajukan sebanyak 52,2 hektare untuk di 7 kecamatan,” katanya.

Oleh karenanya, Suhardjo memastikan tidak terfokus hanya satu kecamatan namun ada beberapa kecamatan untuk lahan bawang merah. ”Harapan kami tiap bulan itu ada yang panen. Bawang kan nggak bisa begitu panen langsung makan sekaligus, kan harus setiap bulan harus ada. Makanya, dari tujuh kecamatan ini bisa bertahap di sini panen, di sini nanam,” tuturnya. (Reni)

Related posts

Bupati Tangerang Panen Melon Hidroponik Terpadu di Curug Wetan

bantenbersatu

Cek Biaya Balik Nama, Pemilik Tanah Bisa Simulasi Lewat Aplikasi Sentuh Tanahku

bantenbersatu

Dampingi Menko AHY, Wagub Dimyati Ikut Perkuat Ekraf Daerah Banten

bantenbersatu

Pemkot Tangerang Ajak Partisipasi Masyarakat Laporkan Jalan Rusak Lewat Kanal Resmi

bantenbersatu

Bupati Tangerang Tebar Bibit Ikan dan Lepas Gerak Jalan Sehat

bantenbersatu

Bupati Serang Ratu Zakiyah Support Percepatan Pengadaan Lahan Exit Tol RS Adhyaksa

bantenbersatu

Perkuat Layanan Inklusif, Dinsos Kota Tangerang Selenggarakan Workshop Integrasi Data Penyandang Difabel

bantenbersatu

Pemprov Banten Apresiasi IAS Auto Modify 2025, Beri Kontribusi Nyata bagi Ekonomi

bantenbersatu

Pemprov Banten dan Baznas Perbaiki Rumah Warga, Wagub Banten Dimyati: Bentuk Gotong Royong

bantenbersatu