KOTA SERANG (bantenbersatu.co.id) — Korem 064/Maulana Yusuf terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) melalui Rapat Koordinasi Awal Kesiapsiagaan Mitigasi Bencana Gunung Anak Krakatau Tahun 2026 yang dipimpin Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, S.Sos., M.M.
Masih dalam rangkaian forum tersebut, BPBD Provinsi Banten memaparkan strategi penanggulangan bencana yang menitikberatkan pada penguatan mitigasi dan kesiapan masyarakat.
Dalam paparannya, Sekretaris BPBD Provinsi Banten, Drs. Hery Yulianto, S.H., M.H., menjelaskan bahwa penanggulangan bencana harus dilaksanakan secara terpadu sejak tahap prabencana, tanggap darurat, hingga pascabencana melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Mitigasi bencana juga harus diperkuat melalui sistem peringatan dini, jalur evakuasi, edukasi kebencanaan, simulasi secara berkala, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat sebagai langkah mengurangi risiko apabila terjadi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat diimbau tetap tenang, mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul, menyiapkan tas siaga bencana, mematuhi rekomendasi dari instansi berwenang, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Seluruh informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau diharapkan mengacu pada sumber resmi pemerintah.
Paparan tersebut menjadi bagian penting dalam Rapat Koordinasi Awal Kesiapsiagaan Mitigasi Bencana Gunung Anak Krakatau yang digelar Korem 064/Maulana Yusuf, Rabu (8/7/2026).
Melalui forum ini, seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, dan menyusun langkah mitigasi secara terpadu guna meningkatkan kesiapsiagaan serta meminimalkan risiko terhadap masyarakat.
Sumber : Penrem 064/MY.(Red03)
