Berita Banten terkini, Update berita Banten, Peristiwa terbaru di Banten

Merasa Dijebak dan Diperdaya, Tokoh Adat Papua Yasinta Moiwend Minta Film ‘Pesta Babi’ Dihentikan

MERAUKE (bantenbersatu.co.id) – Tokoh masyarakat adat Papua, Yasinta Moiwend, mengaku merasa dijebak dan diperdaya setelah namanya dan wajahnya dilibatkan dalam film berjudul Pesta Babi tanpa sepengetahuan dirinya.

​Dengan penuh kesedihan, Yasinta menyebut tindakan tersebut telah meninggalkan luka batin yang mendalam bagi diri dan keluarganya. Perwakilan masyarakat adat Malind Merauke, Papua Selatan, ini menegaskan bahwa tidak pernah ada penjelasan, permintaan resmi, ataupun kesepakatan apa pun terkait keterlibatannya dalam film tersebut.

​”Saya meminta agar peredaran film Pesta Babi segera dihentikan demi menjaga martabat dan harga diri masyarakat adat,” ujar Yasinta saat ditemui di kediamannya di Provinsi Papua Selatan.

​Kronologi dan Kekecewaan

​Yasinta tak mampu menyembunyikan kekecewaannya terkait film yang kini telah disebarkan luas. Dengan nada pilu, ia mempertanyakan foto-foto dirinya yang dimuat, bahkan dijadikan ikon dalam poster film, tanpa pernah ada pemberitahuan atau persetujuan tertulis.

​Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah diwawancarai untuk keperluan film tersebut. Yasinta bahkan menyatakan berani disumpah bahwa ia sama sekali tidak mengetahui keterlibatannya dalam proses pembuatan film Pesta Babi.

​”Saya baru menyadari telah dimanfaatkan setelah tidak menerima apa pun dari hasil produksi film tersebut. Hingga kini, tidak ada satu pun penjelasan yang diberikan kepada saya terkait tujuan maupun keuntungan dari film itu,” ungkapnya.

​Dimobilisasi Tanpa Kejelasan

​Lebih lanjut, Yasinta membeberkan bahwa ia telah menjalani enam kali penerbangan pulang-pergi (PP) rute Merauke–Jakarta dan tiga kali rute Merauke–Makassar. Namun, selama mobilisasi tersebut, ia mengaku tidak pernah diberikan bantuan materi ataupun transparansi finansial.

​Dengan hati yang terluka, ia baru menyadari bahwa rangkaian perjalanan dinas atau undangan yang ia penuhi selama ini ternyata berkaitan dengan produksi film Pesta Babi.

​Kekecewaannya kian bertambah karena janji-janji kecil dari pihak yang mengajaknya bepergian pun tidak terealisasi. Salah satunya adalah janji penggantian telepon seluler miliknya yang rusak, yang hingga saat ini belum juga ia terima. Hal ini membuatnya merasa dimanfaatkan lalu ditinggalkan begitu saja.

​Oleh karena itu, Yasinta mendesak pihak produser dan pihak terkait untuk segera menarik film tersebut dari peredaran guna memulihkan nama baiknya dan menjaga kehormatan masyarakat adat Malind. (Red03)

Related posts

Pemkot Tangsel Gelar Sayembara Logo HUT ke-16; Total Hadiah 20 Juta Rupiah!

bantenbersatu

Ketua Mahkamah Agung Apresiasi Pelaksanaan Sertifikasi Hakim Pertanahan dan Tata Ruang

bantenbersatu

Satu Komando DPW Laskar Gibran Bali Bertemu Wapres Gibran: Fokus Serap Aspirasi Rakyat dan Kawal Pariwisata.

bantenbersatu

Bupati Serang Ratu Zakiyah Lantik 6.057 PPPK Paruh Waktu

bantenbersatu

Pemkot Tangerang Pastikan Harga Komoditas Pangan Pokok Stabil Usai Lebaran 2026

bantenbersatu

Kapolri: Idul Adha Momentum Jaga Toleransi

bantenbersatu

Pimpin Apel Operasi Lilin, Wagub Dimyati: Perkuat Sinergitas Lintas Sektor Hadapi Cuaca Ekstrem

bantenbersatu

Kota Tangerang Pukau Yogyakarta dengan Kuliner Khas dan Potensi Investasi di Pameran Nusantara

bantenbersatu

Gubernur Andra Soni Perkuat Kolaborasi dengan 12 Kampus demi Percepatan Pembangunan Banten

bantenbersatu