Berita Banten terkini, Update berita Banten, Peristiwa terbaru di Banten

Unit PPA Satreskrim Polres Serang Tangkap Pelaku Pencabulan

KABUPATEN SERANG (bantenbersatu.ci.is) – Berdalih akibat pengaruh alkohol, MA, 28 tahun, warga Desa Panyabrangan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, tega menjadikan adik iparnya sasaran pelampiasan nafsu birahi.

Bejadnya lagi, adik iparnya yang berusia 15 tahun itu dijadikan pelampiasan nafsu selama 2 tahun. Atas perbuatannya, tersangka MA ditangkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Serang, setelah dilaporkan pihak keluarga.

Berdasarkan keterangan, korban yang merupakan adik dari isterinya tinggal bersama pelaku dan kakaknya di Desa Panyabrangan. Kasus dugaan asusila terhadap perempuan berusia dibawah umur itu pertama kali terjadi di sekitar tahun 2022.

“Awalnya, pelaku mabuk minuman keras (Miras) pulang ke rumahnya. Ketika itu, suasana rumah dalam kondisi sepi, hanya ada adik iparnya,” kata Kasatreskrim AKP Andi Kurniady ES, Rabu (19/3).

Melihat hanya ada adik iparnya, MA merayu korban untuk melakukan hubungan layaknya suami istri. Korban sempat menolak, namun pelaku mengancam sambil memaksanya.

“Karena takut akan ancaman akan dilukai, korban tak kuasa melawan dan pasrah ketika kakak iparnya menyetubuhinya,” terang Kasatreskrim.

Merasa adik iparnya tidak berani mengadu pada kakak maupun orang tuanya, kesempatan itu digunakan pelaku untuk mengulangi menyetubuhi korban. Perbuatan bejad itu dilakukan ketika isteri tersangka tidak berada di rumah.

“Perbuatan asusila itu terbongkar pada Minggu (8/9/2024), ketika pelaku yang sedang menyetubuhi korban dipergoki isterinya. Tak terima atas perbuatannya, pada Sabtu 15 Maret 2025 keluarga melaporkan pelaku ke Polres Serang,” terang Andi Kurniady.

Menindaklanjuti laporan itu, anggota Unit PPA Reskrim Polres Serang melakukan penyelidikan dan menangkap MA pada Minggu 16 Maret 2025 malam di rumahnya, tanpa melakukan perlawanan.

Andi menambahkan dari keterangan yang diperolehnya, korban disetubuhi kakak iparnya karena dibawah ancaman. Saat itu, MA juga dalam pengaruh minuman beralkohol.

“Pelaku terpengaruh alkohol, dan selanjutnya pelaku melakukan perbuatannya. Motifnya karena nafsu,” tambahnya.

Andi menegaskan dalam perkara ini MA akan dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) Jo Pasal 82 Ayat (1) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan Kedua atas UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

“Untuk ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 Tahun,” tegasnya.(Diva/Red02)

Related posts

Berkas Perkara Dinyatakan Lengkap,Satreskrim Polres Serang Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti ke Kejaksaan Negri Serang

bantenbersatu

Tanam Bambu di RTH Cisoka, Bupati Tangerang: Wujud Komitmen Pelestarian Lingkungan dan Perkuat Identitas Daerah

bantenbersatu

Menakar Jargon ‘Banten Tanpa Korupsi’: Pengamat “Warning” Andra Soni Soal Kebocoran RAPBD 2027

bantenbersatu

Pemkot Tangerang Gencarkan Imunisasi Campak Gratis, Lindungi Balita dari Ancaman Penyakit

bantenbersatu

Peringati Harganas, Pemkot Tangerang Hadirkan Safari KB Gratis Pasangan Usia Subur

bantenbersatu

Hari Pertama Puasa, Kapolres Serang Gelar Baksos Bagikan Paket Sembako dan Alat Sekolah Anak

bantenbersatu

Gali Potensi Ekonomi Perempuan, Pemkot Tangerang dan BULOG Dorong Kader PKK Jadi Agen RPK

bantenbersatu

Gubernur Andra Soni Sebut Pameran Otomotif Bisa Jadi Terobosan Peningkatan PAD di Banten

bantenbersatu

Sekda Buka Sosialisasi Penguatan Budaya Hukum Dalam Kehidupan Masyarakat Desa

bantenbersatu