Berita Banten terkini, Update berita Banten, Peristiwa terbaru di Banten

Sekda Deden Minta Upaya Peningkatan Penyerapan Tenaga Kerja Terlatih

BANTEN (bantenbersatu.co.id) — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi meminta agar dua indikator utama bidang ketenagakerjaan dan transmigrasi di Provinsi Banten dapat dipenuhi. Yakni terkait peningkatan serapan tenaga kerja terlatih dan peningkatan perlindungan tenaga kerja sesuai norma dan ketentuan. Keduanya menjadi indikator strategis yang bersifat krusial untuk peningkatan mutu tenaga kerja.

“Ada dua indikator utama yang harus dicapai Disnakertrans, yaitu meningkatkan serapan tenaga kerja terlatih di pasar kerja baik di dalam maupun luar negeri, dan meningkatkan perlindungan tenaga kerja sesuai norma yang berlaku,” ungkap Deden Apriandhi di Forum OPD Disnakertrans Provinsi Banten Tahun 2026, Kota Serang, Jumat (13/2/2026).

Dua indikator itu menjadi amanat Gubernur dan Wakil Gubernur Banten sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2025–2030. Meski terlihat sederhana, tantangan dalam pencapaiannya membutuhkan komitmen berbagai pihak. Terutama menghadapi dinamika ketenagakerjaan yang berkembang, turut mempengaruhi pencapaian target dua indikator tersebut.

“Sehingga, kami mengharapkan ada masukan dan saran dalam forum ini, agar kedua indikator itu bisa dicapai,” katanya.

Di satu sisi, potensi Provinsi Banten terhadap sektor investasi, harus mampu ditangkap dengan baik. Khususnya dalam upaya membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Banten.

“Ini menjadi pekerjaan rumah kita semua agar pemerintah daerah bisa lebih banyak membuka peluang kerja,” paparnya.

Oleh karena itu, Sekda Deden mendorong beberapa langkah strategis sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendidikan. Termasuk penguatan komunikasi dengan para investor yang akan menanamkan modal di Provinsi Banten.

“Jadikan forum ini untuk meningkatkan komunikasi dan merumuskan solusi terkait ketenagakerjaan dan transmigrasi,” jelasnya.

Terkait pengembangan SDM, ia juga menyampaikan pentingnya konsep link and match antara dunia pendidikan dan dunia usaha. Koordinasi dengan SMK serta optimalisasi Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) harus terintegrasi agar peningkatan keterampilan sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.

“Penyesuaian dengan kebutuhan lapangan kerja itu penting. Link and match antara sekolah-sekolah dengan perusahaan harus berjalan agar lulusan siap terserap,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Provinsi Banten Septo Kalnadi menyampaikan, forum tersebut diikuti OPD terkait yang ada di kabupaten dan kota se-Provinsi Banten. Tujuannya adalah menyelaraskan program dan kegiatan pada sektor ketenagakerjaan dan transmigrasi.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan program dan kegiatan, dan diharapkan terdapat saran dan masukan untuk mencapai indikator-indikator tersebut,” katanya menegaskan.(Red03)

 

Related posts

Persiapan Polri Amankan Opening Ceremony World Water Forum ke-10 di Bali

bantenbersatu

Tech News – BNZ flips switch on Apple Pay in New Zealand

bantenbersatu

Lagi, Santri Tewas Dianiaya Teman Sepondok

bantenbersatu

Korem 064/MY Perkuat Kesiapsiagaan GAK, Badan Geologi: Gunung Anak Krakatau Masih Level III

bantenbersatu

Wujudkan Kepastian Hukum bagi Keluarga, Wabup Intan Buka Progam Isbat Nikah Terpadu 1.000 Pasangan,

bantenbersatu

Kesbangpol Kabupaten Serang Beri Pembinaan kepada Puluhan Ormas

bantenbersatu

DP3AP2KB Kota Tangerang Bekali Kader Posyandu Cegah Kekerasan Sejak Dini

bantenbersatu

Gubernur Banten Andra Soni Tegaskan Program Sekolah Gratis untuk Atasi Anak Putus Sekolah

bantenbersatu

Danrem 064/MY Tinjau Rehab Panti Asuhan di Serang, Kehadiran TNI AD Terasa di Tengah Masyarakat

bantenbersatu