Berita Banten terkini, Update berita Banten, Peristiwa terbaru di Banten

DKP Banten, Mengaku Banyak Hal yang Tak Dapat Ditangani Sendiri : Perlu Ada Koordinasi Dengan Dinas Lain

BANTEN (bantenbersatu.co.id) -Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten, mengaku banyak kewenangan yang tak bisa ditangani sendiri berkaitan dengan pengelolaan dan perawatan wilayah Dermaga Karangantu dan Pulo Panjang.

Hal itu disampaikan Kepala (DKP) Provinsi Banten, Eli Susiyanti, dalam diskusi yang digagas oleh Persatuan Wartawan Nasional (PWN) di Aula Serbaguna KNPI Banten, Rabu 30 April 2025.

Selain dihadiri oleh puluhan wartawan yang tergabung dalam PWN, acara tersebut juga dihadiri perwakilan dari Biro Adpim Provinsi Banten Kusmayadi.

Menurut Eli, banyak hal keluhan yang tidak seluruhnya menjadi kewenangan DKP Banten yang bisa ditangani sendiri.

“Kendati demikian, bukan berarti kami menjadi abai dengan persoalan yang terjadi di lokasi yang dikeluhkan oleh masyarakat,” katanya.

Bila persoalannya menjadi kewenangan DKP, tuturnya, akan segera disikapi dan ditindak lanjuti. Namun bila persoalan tersebut, bukan sepenuhnya menjadi kemenangan DKP, maka pihaknya akan mengajak dinas terkait lain untuk melakukan kolaborasi dalam menangani permasalahan.

Berkaitan dengan pendangkalan Muara Karangantu, yang menjadi Dermaga Kapal Penyebrangan menuju Pulo Panjang, Eli mengaku akan segeran melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar segera bisa diatasi.

Hal ini menurut Eli, demi kelancaran syistem transportasi laut bagi masyarakat Karangantu dan Pulo Panjang, termasuk wisatawan dari berbagai daerah lain yang datang ke destinasi wisata di Banten.

Sebelumnya disampaikan, bahwa di sekitar Muara Karangantu yang dijadikan Dermaga kapal-kapal motor penyebrangan wisata dan aktifitas nelayan sudah mengalami pendangkalan akiba endapan lumpur sejak lama.

Kondisi tersebut, sempat menjadi insiden kandasnya kapal, saat tim investigasi Persatuan Wartawan Nasional (PWN) yang akan melakukan eksplorasi ke Pulo Panjang Sabtu 26 April 2025 lalu.

Keluhan tersebut juga menjadi faktor lain, dari sejumlah awak kapal nelayan yang akan menjual hasil tangkapannya di Pusat Pelelangan ikan Nusantara di Karangantu.
Eli menjelaskan, bahwa Pelelangan Ikan Karangantu termasuk pelabuhan nusantara yang menjadi satu dari 17 pelelangan yang ada di Provinsi Banten.

Eli menyebutkan, sejak tahun 2021 Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten mulai membangun beberapa sarana dan prasarana di sejumlah pelabuhan perikanan.

“Namun demikian, karena sektor Kelautan dan Perikanan adalah sektor pilihan dalam pemerintahan, maka kemudian ini akan berdampak dengan alokasi anggaran yang diberikan,” tuturnya.

Dengan demikian lanjut Eli, karena alokasi anggaran yang terbatas itu, maka menyebabkan pembuatan perencanaan membangun pelabuhan perikanan ideal belum dapat tercapai.

Dia menyebutkan juga bahwa jumlah nelayan di Provinsi Banten sudah mencapai 31.500 orang.

Dari jumlah itu, 95 persen diantaranya adalah dengan kategori nelayan kecil yang menggunakan perahu tradisional.

“Hal ini sangat sulit untuk melakukan persaingan, dan mengangkat mereka untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik,” tegas perempuan berdarah Banten Selatan ini.

Tidak hanya itu, Eli menjelaskan, dari sekitar 13.000 nelayan tersebut, baru 3 ribu diantaranya yang tercatat menjadi keanggotaan “Kusuka”.

Kusuka adalah upaya pemerintah, untuk menjadikan nelayan sebagai anggota untuk jaminan kecelakaan kerja. (Red02)

Sumber : Persatuan Wartawan Nusantara (PWN)

Related posts

Gubernur Banten Andra Soni: Pemprov Banten Dukung Pemajuan Seni dan Budaya

bantenbersatu

DP3AP2KB Kota Tangerang Trauma Healing Anak-Anak di Posko Pengungsian Candulan Petir

bantenbersatu

Laksanakan Ujian Doktor Terbuka, Menteri AHY Lulus dengan Predikat _Cumlaude_

bantenbersatu

Sekda Minta Camat, Kapolsek dan Danramil Ciptakan Kondusifitas Wilayah

bantenbersatu

Festival Desa Wisata Cikolelet 2024 Ajang Promosi Budaya Menjaga Kearifan Lokal

bantenbersatu

Tinawati Andra Soni Komitmen Ciptakan Lingkungan Rumah Dinas Gubernur Banten Ramah Anak

bantenbersatu

Inilah Pentingnya Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Dalam Mendorong Investasi di Banten

bantenbersatu

Dideklarasikan Menteri AHY, Kota Tangerang Selatan Resmi Menjadi Kota Lengkap

bantenbersatu

Pemprov Banten Gerak Cepat Atasi Radiasi Cs-137 Bersama Pemerintah Pusat

bantenbersatu