Berita Banten terkini, Update berita Banten, Peristiwa terbaru di Banten

Atasi Sampah, Pemkot Tangsel Kerahkan Berbagai Upaya Strategis

TANGERANG SELATAN (localhost/bantenbersatu) – Sampah memang menjadi permasalahan yang sangat serius bagi setiap daerah. Tak terkecuali bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) yang setiap harinya harus berjibaku membersihkan 1.000 ton sampah.

Karena itu pula, ragam upaya pun dilakukan. Tak hanya mengkampanyekan sadar sampah kepada masyarakat dengan membentuk bank sampah di lingkungan kawasan tempat tinggal masing-masing, juga membuat regulasi aturan yang tertuang dalam Peraturan Wali Kota Nomor 83 Tahun 2022, tentang Pengurangan Penggunaan Wadah atau Kantong yang Berbahan Plastik.

Disampaikan Wali Kota Benyamin Davnie bahwa permasalahan sampah merupakan tanggung jawab dan masalah yang harus diatasi bersama-sama.

“Penanganan sampah merupakan persoalan yang serius, yang harus mendapatkan perhatian dari kita semua,” ucap Benyamin.

Karena itu, kata Benyamin, diperlukan adanya upaya untuk penanganan jangka panjang berbasis teknologi ramah lingungan, dan untuk jangka pendek perlu kerja sama dari seluruh pihak terkait baik yang ada di dalam Kota Tangsel maupun dengan daerah lain termasuk pihak-pihak swasta yang memiliki fasilitas dan menyediakan jasa pengolahan sampah untuk menyelesaikan masalah timbulan sampah di Kota Tangsel yang mencapai sekitar 1.000 ton per harinya.

“Upaya pengelolaan sampah dengan mewujudkan teknologi berbasis ramah lingkungan sesuai amanah Perpres 35 tahun 2018 juga terus berproses dan memiliki progress yang signifikan setelah selesainya studi kelayakan dilanjutkan untuk segera mencari badan usaha sebagai investor yang siap membangun fasilitas dengan skema kerja sama

Untuk jangka pendek saat ini, Pemkot Tangsel juga berupaya melakukan kerja sama dengan berbagai sektor, salah satunya pihak swasta. Kerja sama itu sebagai alternatif agar sampah dari Tangerang Selatan dapat tertangani segera.

“Kami sedang mempersiapkan administrasi untuk kerja sama dengan perusahaan atau pihak swasta. Mudah-mudahan hal tersebut bisa lancar,” terangnya.

Selain itu, upaya lain membuka komunikasi dengan Pemerintah daerah lain seperti ke Lebak, Pandeglang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bogor terus intensif, contohnya dengan memanfaatkan TPST Lulut nambo di Bogor milik Provinsi Jawa Barat, kita sudah bekerjasama bahkan kemungkinan rencana adanya TPA Regional milik Provinsi Banten.

“Kami juga terus dialog dan menjalin bekerja sama, dan terbaru kami sedang membahas dengan Provinsi Banten dalam pembahasan pengelolaan sampah TPST Regional,” katanya.

Sebagai kota yang maju, pihak Pemkot Tangsel juga sudah mengatasi sampah dengan teknologi terbarukan. Salah satunya dengan menghadirkan teknologi incinerator di Intermediate Treatment Facility (ITF) Pondok Aren.

“Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus berupaya mengelola sampah dengan baik, melakukan beberapa upaya, di antaranya dengan penerapan incinerator. Kita sudah punya incinerator di Pondok Aren,” kata Benyamin.

Dikatakan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan, fasilitas pengolahan sampah berteknologi hydrodrive incinerator yang dibangun Pemkot Tangsel merupakan teknologi ramah lingkungan tersebut baru diterapkan di salah satu TPST di Kelurahan Parigi, Kecamatan Pondok Aren.

“Saya rasa kalau memang ada lahan-lahan nanti ke depan kita maksimalkan menambah pembangunan incenerator, ini dievaluasi dulu, kita lihat hasilnya seperti apa kalau bagus kita tambah lagi,” ujar Pilar Saga Ichsan, Wakil Wali Kota Tangsel saat meninjau lokasi beberapa waktu lalu.mpah dapat diolah 60 ton per hari. Sehingga dinilai efektif untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Tangsel.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Kota Tangsel, Wahyunoto Lukman, juga terus mengkampayekan dalam bentuk edukasi maupun sosialisasi kepada setiap elemen masyarakat agar dapat lebih peduli terkait pengelolaan sampah melalui pemilahan dan pemanfaatan ratusan Bank Sampag yg sudah aktif beroperasi.

“Mudah-mudahan dengan keseriusan Pemkot Tangsel menanggulangi sampah bisa menjadi pelecut bagi temen-temen sodara-sodara kita di lingkungan maupun komunitas untuk lebih peduli akan sampah. Kita tidak akan jenuh dan tidak bosen-bosennya mengkampanyekan, mengimbau, mengajak seluruh lapisan warga masyarakat di Kota Tangerang Selatan agar tetap peduli,” tandasnya. (Diskominfosatik Kota Tangsel/Dina/Red02)

Related posts

Tentang Kegiatan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Siapa Saja Yang Terlibat

bantenbersatu

Pj Gubernur Al Muktabar Lepas Kontingen Paralympic Provinsi Banten Pada Peparnas XVII Solo 2024

bantenbersatu

Berpotensi Bertambah, Saham Pemkab Serang di BPR Capai 70 Persen

bantenbersatu

Pemprov Banten dan Baznas Perbaiki Rumah Warga, Wagub Banten Dimyati: Bentuk Gotong Royong

bantenbersatu

TPAKD Kabupaten Serang Fokus Program Peningkatan Inklusi Keuangan

bantenbersatu

Pemprov Banten Terbaik Kedua Pembinaan Pengelolaan SIPD Kabupaten/ Kota

bantenbersatu

Gubernur Banten Andra Soni Apresiasi Penguatan Kerja Sama Pendidikan Pemkot Tangerang

bantenbersatu

Seba Baduy 2024, Sekda Kabupaten Serang Komitmen Jaga Kelestarian Alam

bantenbersatu

Serahkan 160 Sertipikat Tanah kepada Pemda dan Masyarakat Sulteng, Wamen Ossy Tekankan Bentuk Komitmen Negara Hadirkan Kepastian Hukum

bantenbersatu