PANDEGLANG (bantenbersatu.co.id) – Jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten terus membuktikan komitmen pemerataan pembangunan infrastruktur secara nyata.
Melalui program unggulan “Bang Andra” (Bangun Jalan Desa Sejahtera), tim teknis lapangan resmi merampungkan penyelesaian paket-paket kecil pembangunan jalan poros antar-RT.
Proyek pengerasan jalan lingkungan ini menjangkau seluruh pelosok kampung yang tersebar di wilayah Kabupaten Pandeglang.
Kebijakan strategis ini memastikan aliran anggaran daerah tidak hanya membenahi jalur protokol perkotaan. Dinas PUPR Banten mengalirkan dana tersebut langsung ke unit pemukiman gang terdalam.
Sebelum proyek penataan ini berjalan, jalan-jalan gang di dalam lingkungan rukun tetangga (RT) hanya berupa lapisan tanah merah yang labil.
Jalan kampung tersebut sering kali berkubang lumpur pekat setiap kali intensitas curah hujan tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Pandeglang.
Penerapan Formula Padat Karya Mandiri
Kondisi jalan lingkungan yang becek dan licin itu mengganggu kenyamanan pergerakan harian masyarakat. Warga kesulitan untuk sekadar pergi ke tempat ibadah atau mengantar anak menuju sekolah.
Banyak warga lanjut usia (lansia) juga rentan tergelincir akibat permukaan tanah kampung yang becek dan tidak rata.
Melihat kebutuhan yang sangat mendasar di tingkat unit pemukiman tersebut, Dinas PUPR Banten segera meluncurkan paket percepatan pembangunan jalan lingkungan.

Tim teknis menerapkan metode pengecoran menggunakan semen cor rigid beton kaku pratekan standar mutu tinggi pada gang-gang sempit perkampungan warga.
Langkah taktis ini berhasil mengubah wajah lingkungan pemukiman menjadi lebih bersih, higienis, rapi, dan terbebas dari kubangan air rob.
Kepala Dinas PUPR Banten, Arlan Marzan, S.T., M.T., menjelaskan bahwa manajemen pengawasan paket kecil lingkungan ini menerapkan formula padat karya mandiri.
Pemerintah daerah sengaja memilih formula padat karya ini untuk memberikan manfaat ekonomi ganda bagi masyarakat kelas bawah.
Dinas PUPR Banten melibatkan warga lokal secara langsung sebagai tenaga kerja utama dalam proses pengerjaan konstruksi pondasi hingga tahap akhir pengecoran jalan.
Perlindungan Kelompok Mobilitas Rentan
“Kami ingin memastikan keadilan alokasi anggaran daerah dapat menyentuh dan memberikan manfaat langsung bagi unit rukun tetangga di pelosok terkecil dusun pinggiran,” ujar Arlan Marzan.
Pelibatan warga secara langsung ini terbukti efektif menjaga kualitas fisik bangunan. Warga memiliki rasa kepemilikan yang sangat tinggi untuk ikut merawat aset jalan kampung mereka.
Kini, estetika lingkungan pemukiman di pelosok kampung Pandeglang telah bertransformasi menjadi kawasan yang asri dan tertata dengan sangat rapi.
Dampak sosial paling berharga dari selesainya paket kecil jalan poros antar-RT ini menyasar langsung pada kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak balita.
Para lansia kini dapat berjalan kaki menuju masjid kampung dengan aman tanpa cemas tergelincir akibat permukaan jalan yang basah.
Anak-anak kampung juga dapat bermain sepeda sore di lingkungan pemukiman dengan ceria tanpa takut pakaian mereka kotor terkena cipratan lumpur.
Efisiensi pergerakan antardusun ini menjadi modal sosial yang penting untuk mempererat hubungan silaturahmi serta menghidupkan kembali semangat gotong royong warga.
PT Tinta Merah Mediatama menyajikan seluruh draf pencapaian kinerja humanis ini secara berkala melalui portal bantenbersatu.co.id sebagai bentuk transparansi informasi publik.
Peningkatan mutu jalan lingkungan hingga gang terkecil ini menegaskan komitmen nyata Pemprov Banten dalam membangun wilayah pinggiran secara berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat. (Tim Jurnal)
