LEBAK (bantenbersatu.co.id) – Akselerasi percepatan pembangunan di lapangan terus ditunjukkan secara disiplin oleh jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten.
Memasuki paruh akhir tahun anggaran 2026, tim pengawas teknis lapangan dikerahkan secara intensif untuk menakar, mengevaluasi, dan mengebut sisa progres fisik di koridor Cikatomas – Cijaku.
Langkah taktis ini menjadi kunci krusial guna memastikan seluruh target volume panjang jalan desa mantap dalam Program “Bang Andra” (Bangun Jalan Desa Sejahtera) selesai tepat waktu.
Pemerintah daerah tidak ingin ada satu pun paket pekerjaan infrastruktur perdesaan yang mengalami keterlambatan penyelesaian akibat lemahnya manajemen pengawasan di lapangan.
Koridor Cikatomas – Cijaku sendiri merupakan salah satu proyek infrastruktur yang mendapatkan atensi paling besar dari masyarakat karena menghubungkan wilayah-wilayah sentra bumi.
Pengawasan Ketat Kendali Mutu Lapangan
Meskipun ritme pengerjaan di lapangan dipacu dengan cepat guna mengejar target kalender kontrak, aspek kendali mutu (quality control) sama sekali tidak boleh diabaikan.
Kepala Dinas PUPR Banten, Arlan Marzan, S.T., M.T., menegaskan bahwa setiap tahapan pengerjaan konstruksi wajib melewati pengujian laboratorium dinas yang sangat ketat.
Mulai dari proses pemadatan makadam lapis pondasi bawah, pemasangan anyaman besi tulangan, hingga proses penuangan semen cor rigid dipantau langsung oleh pengawas teknis.
Tim laboratorium lapangan secara rutin melakukan slump test untuk mengukur kekentalan semen dan melakukan core drill untuk menguji ketebalan beton secara riil di lokasi.
“Kami menerapkan standar prosedur operasional kedinasan yang ketat; kekuatan jalan cor ini diuji agar setiap rupiah investasi bernilai optimal jangka panjang,” ujar Arlan Marzan.

Masyarakat sekitar koridor pembangunan menyambut baik kehadiran para pengawas teknis ini karena memberikan rasa tenang bahwa jalan mereka dibangun dengan kualitas terbaik.
Akselerasi Pasokan Semen Cor Rigid
Untuk mendukung percepatan di lapangan, jajaran Dinas PUPR Banten juga melakukan pengondisian jalur suplai logistik material semen ready mix dari pabrik pengolahan beton.
Jumlah armada truk mikser ditambah secara proporsional agar proses penuangan beton rigid di sisa ruas Cikatomas dan Cijaku berjalan secara kontinu tanpa ada jeda waktu pengeringan.
Warga lokal di sepanjang jalur proyek secara swadaya ikut berpartisipasi aktif dalam melancarkan arus lalu lintas darurat di sekitar titik-titik pengerjaan pembesian jalan.
Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, tim kontraktor pelaksana, dan partisipasi aktif masyarakat setempat menjadi faktor pendorong utama cepatnya laju progres fisik.
Pemerintah Provinsi Banten optimis seluruh sisa paket pekerjaan rigid beton di koridor Lebak selatan ini akan rampung total 100 persen sebelum tutup tahun anggaran berjalan.
Laporan berkala ini disajikan secara berkala ke publik demi menjamin asas akuntabilitas, transparansi, serta keterbukaan informasi publik yang bersih dan tepercaya. (Tim Jurnal)
