Oleh: Wisnu Bangun
Sinopsisis: Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal di perairan Selat Sunda memasuki babak baru.Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan TNI Angkatan Laut untuk menerjunkan tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) guna memperkuat formasi Basarnas.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga melacak sinyal IMEI ponsel korban di sekitar Pulau Sebesi.
Berikut Berita Selengkapnya
PANDEGLANG (bantenbersatu.co.id) – Armada militer laut Indonesia bergerak membelah ombak Selat Sunda pada hari keenam operasi pencarian, Minggu (13/9/2026).
Perintah langsung dari Presiden Republik Indonesia menggerakkan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) untuk mengerahkan kekuatan tempur laut.
Langkah ini menyusul luasnya area pencarian yang kini mencapai 4.600 nautical mile persegi (NM²).
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, memimpin koordinasi taktis di lapangan bersama armada gabungan.
Tim SAR memperluas sektor penyisiran dari selatan Gunung Anak Krakatau hingga mengarah ke perairan terbuka Samudra Hindia.
Mereka mengerahkan seluruh kemampuan terbaik untuk menemukan delapan orang korban yang hilang kontak sejak Senin lalu.
Pengerahan Tiga KRI Tempur oleh TNI AL
TNI Angkatan Laut mengerahkan armada utama untuk menyisir ganasnya arus Selat Sunda. Otoritas militer menerjunkan tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) ke titik koordinat pencarian.
Armada tersebut mencakup KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861.
Ketiga kapal perang ini memimpin formasi penjelajahan bersama sebelas kapal taktis lainnya.
Personil militer menggunakan alat pendeteksi sonar bawah laut untuk memindai obyek di kedalaman perairan.
Kehadiran kapal perang berdaya jelajah tinggi ini memastikan penyisiran tetap berjalan optimal meskipun cuaca dan ombak laut berubah-ubah.
Pelacakan Sinyal IMEI oleh Komdigi
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengambil langkah digital untuk mempersempit area pencarian.
Tim teknis Komdigi melacak International Mobile Equipment Identity (IMEI) dari perangkat komunikasi milik para jurnalis.
Hasil pemindaian digital menunjukkan adanya aktivitas pancaran sinyal terakhir dari ponsel korban.
Menara telekomunikasi atau BTS di kawasan Pulau Sebesi menangkap sinyal tersebut pada Senin sore hari kejadian.
Data digital ini membantu petugas Basarnas memetakan titik koordinat terakhir sebelum perangkat para korban kehilangan daya secara total.
Kendala Teknis Erupsi Gunung Anak Krakatau
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga).
Aktivitas vulkanik menghasilkan hembusan abu tebal yang kerap memangkas jarak pandang para nakhoda kapal di laut.
Dinamika arus bawah laut yang kuat juga menyulitkan pergerakan tim penyelam profesional.
Kendati menghadapi tantangan alam yang berat, komandan lapangan tetap menginstruksikan seluruh personil gabungan untuk menjaga faktor keselamatan kerja sambil terus menyisir area radius pencarian.
