Berita Banten terkini, Update berita Banten, Peristiwa terbaru di Banten

Ledakan Bekas Markas TPNPB-OPM di Kampung Toemalo Tewaskan Satu Warga

LANNY JAYA (bantenbersatu.co.id) – Suasana duka menyelimuti masyarakat Distrik Melagi, Kabupaten Lanny Jaya, setelah sebuah ledakan yang terjadi di kawasan Kampung Toemalo merenggut nyawa seorang warga, Minggu (7/6/2026).

Koops TNI Habema menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban atas peristiwa tersebut dan terus memberikan pendampingan serta bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

Berdasarkan keterangan masyarakat yang dihimpun oleh personel Satgas dilapangkan, ledakan terjadi saat sekelompok warga dari Kampung Toemalo, Kampung Mbu, dan Kampung Wunabunggu sedang melakukan aktivitas mencari dan membakar kelapa hutan di kawasan bekas Markas TPNPB-OPM Kodap XII/Lanny Jaya pimpinan Purom Okiman Wenda.

Informasi awal mengenai kejadian tersebut disampaikan oleh warga setempat, Bapak Oga Kiwo, kepada Personel yang berjaga di Pos Keamanan. Setelah menerima laporan tersebut, personel pos segera melakukan observasi wilayah, membantu masyarakat, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengetahui penyebab pasti ledakan.

Dalam peristiwa tersebut, seorang warga bernama Endite Wea (18 tahun), asal Kampung Mbu, dilaporkan meninggal dunia akibat ledakan yang terjadi di lokasi.

Menanggapi informasi yang beredar dan tuduhan adanya keterlibatan TNI dalam insiden tersebut, personel Satgas Koops TNI Habema bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat melakukan mediasi serta memberikan penjelasan kepada masyarakat. Berdasarkan hasil komunikasi tersebut, dipastikan bahwa tidak ada aktivitas personel TNI di lokasi kejadian maupun di sekitar area saat ledakan terjadi.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menjelaskan bahwa lokasi ledakan berada di kawasan yang sebelumnya diketahui sebagai bekas markas TPNPB-OPM Kodap XII/Lanny Jaya kelompok Purom Okiman Wenda. Berdasarkan hasil pengamatan awal terhadap karakteristik ledakan dan kondisi lokasi, terdapat dugaan bahwa sumber ledakan berasal dari sisa bahan peledak atau munisi yang tertinggal oleh Kelompok separatis bersenjata di wilayah tersebut.

“Kami turut prihatin atas insiden ini yang menyebabkan satu warga meninggal dunia. Sebagai langkah pencegahan kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area bekas markas kelompok bersenjata OPM yang kemungkinan masih menyimpan sisa bahan peledak berbahaya,” ujar Letkol Inf Wirya.

Masyarakat Distrik Melagi menyampaikan apresiasi atas respons cepat yang diberikan Personel Satgas Koops TNI Habema dalam membantu penanganan pasca-kejadian serta memberikan pendampingan kepada keluarga korban dan warga sekitar.

Hingga saat ini, Personel Satgas Koops TNI Habema bersama masyarakat masih melakukan pendalaman dan pemantauan di sekitar lokasi guna memastikan keamanan wilayah serta mengantisipasi kemungkinan adanya sisa bahan berbahaya lainnya yang dapat mengancam keselamatan warga.

(Sumber: Koops TNI Habema)(Red03)

Related posts

Disperindag Banten Raih Predikat Informatif Peringkat ke-3 dengan Nilai 99,90 pada Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik 2025

bantenbersatu

Kakanwil BPN Banten Saksikan Penyerahan Sertipikat PTSL Secara Door to Door di Kabupaten Serang

bantenbersatu

Andra Soni Ingin Perkuat Ekosistem Peternakan Unggas Lewat Pemberdayaan Masyarakat Banten

bantenbersatu

Tutup Sosialisasi PBB-P2 dan BPHTB, Maryono Bicara Pentingnya Pajak untuk Peningkatan Layanan Publik

bantenbersatu

PROGRAM KAPOLDA BANTEN, POLRES SERANG MASIFKAN WARUNG BHABINKAMTIBMAS KELILING DI 12 POLSEK JAJARAN

bantenbersatu

Tinawati Andra Soni Ajak Pelaku Usaha Berbasis Keluarga Percepat Sertifikasi Halal Produk UMKM

bantenbersatu

Pemprov Banten Raih Penghargaan Kategori Daerah Creative Financing 2026 dari Kemendagri*

bantenbersatu

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov Banten Siagakan 450 Personel dan Periksa Alat Kebencanaan

bantenbersatu

Wikimedia Akhirnya Patuhi Kewajiban Platform di Indonesia

bantenbersatu