Berita Banten terkini, Update berita Banten, Peristiwa terbaru di Banten

Nelayan Tradisional di Perairan Selatan Banten Tidak Melaut

BANTEN (localhost/bantenbersatu) : Gelombang di perairan selatan Banten dan Samudera Hindia sepekan terakhir mencapai 2,5 hingga 4 meter. 

Kondisi tersebut berpotensi membahayakan nelayan tradisional yang akan melaut untuk mencari ikan.

Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Rizal Ardiansyah mengaku  sudah meminta nelayan tradisional agar mewaspadai kondisi tersebut.

“Kami sudah sampaikan imbauan tentang ketinggian gelimbang tersebut kepada nelayan tradisional agar mewaspadainya,” kata Rizal dikutip Minggu 19 Juli 2024.

Menurutnya imbauan tersebut, sebagai upaya pemerintah Kabupaten Lebak dalam mengantisipasi kecelakaan laut.

Sebab menurut Rizal sebagian besar nelayan tradisional di pesisir selatan Banten dan Samudera Hindia menggunakan mesin motor tempel dengan perahu panjang 2,5 meter dan lebar 1,2 meter.

Dia menyebut perahu nelayan tradisional dipastikan tidak mungkin tahan diterjang tinggi gelombang 4 meter dengan kecepatan angin 25 knot yang bergerak dari arah timur ke tenggara.

“Kami berharap kepada nelayan jika melaut sebaiknya menggunakan alat keselamatan, di antaranya pelampung,” katanya.

Menurut Rizal, jumlah nelayan tradisional di pesisir selatan Kabupaten Lebak ada sekitar 3.600 orang.

Mereka menyebar mulai Pantai Binuangeun, Karangmalang, Bagedur, Cihara, Suka Hujan, Pasput, Cibobos, Panggarangan, Bayah, Karangtaraje, Pulomanuk dan Sawarna.

Dari jumlah itu kata Rizal, sekitar 10 persen diantaranya masih ada yang melaut kendati kondisi ketinggian gelombang hingga empat meter.

Dijelaskan Rizal, pihaknya sudah memberikat surat peringatan dini terhadap gelombang tinggi tersebut, ke seluruh Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Pangkalan Pelabuhan Ikan (PPI).

Selain gelombang tinggi wilayah di perairan Selatan Banten, juga disertai hujan lebat dan angin kencang.

Sejumlah nelayan mengaku lebih memilih beristirahat tidak melaut, sampai kondisi di perairan tersebut membaik.

“Istirahat saja dulu pak, sampai gelombang tingginya berhenti,” kata Syamsudin salah seorang nelayan, di Binuangeun. (Red 01/***)

Related posts

Jelang Nataru, Pemkot Tangerang Siap Laksanakan Ramp Check Bus AKAP dan Pariwisata

bantenbersatu

Edisi Kemerdekaan, DPMPTSP Kota Tangerang Terbitkan 152 NIB Gratis

bantenbersatu

Pemkot dan DPRD Tangerang Sepakati Raperda Perubahan PDRD

bantenbersatu

Ini Pengakuan Dua Perempuan Mantan Pemain Sirkus Taman Safari : Kemaluannya Disetrum Hingga Dipaksa Memakan Kotoran Gajah

bantenbersatu

Satpol PP Kabupaten Serang Bongkar Lima Bangunan Liar di Kragilan

bantenbersatu

Satukan Komitmen Bersama Komnas HAM, Wamen Ossy Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Berbasis HAM dengan Pelibatan Multipihak

bantenbersatu

Pj Gubernur Banten Al Muktabar Sambut Kedatangan Wapres KH Ma’ruf Amin

bantenbersatu

Pj Bupati Tangerang Hadiri Pembukaan Pameran Indonesia Maju Expo dan Forum 2024

bantenbersatu

Banten Kian Dilirik Investor, Wagub Dimyati Pastikan Permudah Perizinan

bantenbersatu