Berita Banten terkini, Update berita Banten, Peristiwa terbaru di Banten

Banten Targetkan Tanam 5 Juta Pohon di Lahan 2.500 Hektar

SERANG (localhost/bantenbersatu) – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten pada 2024 ini menargetkan 5 juta penanaman bibit pohon untuk rehabilitasi lahan seluas 2.500 hektar.

Lahan tersebut tersebar di sejumlah titik di Lebak, Pandeglang, Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang. Upaya itu dilakukan untuk mengatasi bertambahnya lahan kritis di Provinsi Banten.

Berdasarkan data DLHK Provinsi Banten, luasan lahan kritis saat ini mencapai 157.545,9 hektar, dimana paling banyak tersebar di wilayah Banten Selatan yaitu di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. Sisanya terdapat di Kabupaten Serang dan kabupaten Tangerang.

Kepala DLHK Provinsi Banten, Wawan Gunawan mengatakan, pada tahun 2024 pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 5 juta batang bibit pohon untuk program rehabilitasi lahan kritis.

“Ini untuk rehabilitasi lahan seluas 2.500 hektar. Dimana setiap hektar akan ditanami 600 batang bibit pohon dengan tinggi bibit 70 sentimeter,” kata Wawan, Kamis (8/8/2024) lalu.

Meski begitu, Wawan mengakui jika dalam penanganan lahan kritis tidak bisa dilakukan oleh pemerintah daerah saja. “Dibutuhkan kerjasama antar stakeholder, dalam hal ini swasta lewat CSR (corporate social responsibility, red),” ucapnya.

Di sisi lain, lanjut Wawan, dalam mengatasi lahan kritis di Banten tidak bisa langsung ditangani. Hal itu lantaran, sebagain lahan kritis juga dikelola oleh Kementerian baik itu Perum Perhutani, Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

“Nah kami hanya menangani yang memang dikelola oleh masyarakat,” katanya.

Saat ditanya penyebab banyaknya lahan kritis di Banten, Wawan mengaku, hal itu disebabkan oleh alih fungsi lahan.

“Dari (lahan) hutan atau perkebunan menjadi pemukiman. Dan yang jadi masalah pemiliknya itu berada di luar Banten, sedangkan di kita hanya penggarap saja,” ujarnya.

Wawan menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berkomitmen dalam melakukan rehabilitasi lahan kritis. Bahkan, program tersebut masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Pemprov Banten 2025-2045.

“Arah pembangunan kehutanan dalam RPJMD 2025-2045, yaitu menciptakan kualitas hidup keanekaragaman hayati,” tegasnya. (ADV)

Related posts

Tinawati Andra Soni Diganjar Penghargaan Kemendikdasmen atas Dedikasi Membangun PAUD

bantenbersatu

Wagub Banten Dimyati Natakusumah: HUT Ke-393 Kabupaten Tangerang Penuh Keberkahan

bantenbersatu

Gubernur Andra Soni dan Dansat Brimob Polda Banten Perkuat Sinergi Pemeliharaan Keamanan

bantenbersatu

DPMD Banten Tingkatkan Kapasitas Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan dalam Rangka Promotif Kesehatan 2024

bantenbersatu

Kota Tangerang Pukau Yogyakarta dengan Kuliner Khas dan Potensi Investasi di Pameran Nusantara

bantenbersatu

Pemkot Tangerang Pastikan Rencana Pembangunan Tata Ruang Prioritaskan Aspek Lingkungan Hidup

bantenbersatu

DPMD Provinsi Banten : Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa Sangat Penting

bantenbersatu

Kontingen Banten Tempati Posisi 5 Besar Popnas 2025

bantenbersatu

Bupati Tangerang Tekankan Pelayanan dan Kepedulian dalam Pembangunan Daerah

bantenbersatu